Bekasi – Camat Rawalumbu, Sri Susilowati, S.STP., memastikan seluruh rangkaian ibadah Natal di wilayah Rawalumbu akan berlangsung aman dan kondusif. Ia menyampaikan bahwa kecamatan bersama unsur keamanan telah menyusun pola pengamanan secara terstruktur untuk memberikan rasa nyaman kepada umat Nasrani yang akan merayakan Natal.

Sri Susilowati menjelaskan bahwa pihak kecamatan telah melakukan pendataan awal dan menemukan terdapat 22 gereja yang aktif digunakan untuk kegiatan ibadah Natal. Namun, data tersebut sedang direkonsiliasi karena pihak Polsek Rawalumbu mencatat adanya 25 gereja di wilayah yang sama.

“Kami harus pastikan data ini akurat. Dari Polsek ada 25, sementara dari kecamatan ada 22. Tiga titik tambahan ini sedang kami telusuri, apakah memang belum memiliki izin atau bagaimana kondisinya. Jadi kami susun dulu data fix-nya agar semuanya jelas,” ucapnya.

Menurutnya, rekonsiliasi data menjadi bagian penting dari pengamanan karena setiap titik ibadah harus terpetakan, baik dari sisi jumlah jemaat, lokasi, akses jalan, maupun potensi kerawanan.
“Kami ingin seluruh lokasi tercatat dengan benar, supaya pola pengamanannya tepat dan tidak ada yang terlewat. Ini bagian dari kewajiban kami memberikan pelayanan publik yang efektif,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Susilowati turut menegaskan bahwa pemerintah kecamatan tidak bekerja berdasarkan preferensi pribadi, melainkan berdasarkan mandat untuk menjaga keberlangsungan pelayanan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat.

“Untuk Natal, saya secara pribadi tidak memiliki harapan khusus. Karena tugas kami bukan berharap, tetapi menjalankan kewajiban negara untuk mengayomi seluruh masyarakat. Kami memastikan rasa aman, nyaman, dan menjamin kebebasan beragama bagi semua saudara-saudara kita,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan berbagai unsur telah berjalan intensif, mulai dari kepolisian, Satpol PP, FKDM, hingga tokoh masyarakat. Semua pihak disebut telah siap mendukung kelancaran perayaan Natal serta kesiapsiagaan menghadapi momentum Tahun Baru.

“Intinya aman terkendali. Itu komitmen kami. Penempatan personel akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, termasuk pengaturan lalu lintas, pengawasan area ibadah, dan monitoring wilayah secara menyeluruh,” ungkapnya.

Sri Susilowati menegaskan pemerintah kecamatan siap menindaklanjuti setiap laporan masyarakat, termasuk potensi gangguan ketertiban dan keamanan, untuk memastikan seluruh kegiatan ibadah dapat berlangsung damai, khidmat, dan penuh rasa syukur.