JAKARTA, Diksiber.id – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menggandeng 23 kawasan industri di Indonesia untuk memperluas kesempatan kerja, memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta menekan kemiskinan di lingkungan sekitar kawasan industri.

Muhaimin, yang akrab disapa Cak Imin, menegaskan bahwa pelaku industri harus memperluas kontribusi sosial agar pertumbuhan ekonomi turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya memperbesar aktivitas usaha.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah mendorong perusahaan membuka akses pekerjaan, menyelenggarakan pelatihan keterampilan, dan menciptakan peluang usaha bagi kelompok masyarakat miskin.

Dalam keterangannya, Muhaimin menjelaskan bahwa pemerintah dapat memanfaatkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan intervensi pemberdayaan.

“Bisa kita ketahui melalui DTSEN. Ada kantong-kantong kemiskinan yang bisa kita intervensi melalui kolaborasi di sekitar kawasan industri,” ujar Muhaimin.

Namun, pemerintah perlu memastikan bahwa penggunaan data tersebut menghasilkan program yang tepat sasaran, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan industri.

Pelatihan Kerja dan Padat Karya Jadi Prioritas

Setelah mengidentifikasi kelompok sasaran, pemerintah mendorong pengelola kawasan industri menyediakan akses pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja dan perkembangan dunia usaha.

Dengan demikian, masyarakat miskin tidak hanya memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan, tetapi juga memiliki peluang memasuki pasar kerja dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Selain pelatihan, Muhaimin mendorong kawasan industri mengembangkan program padat karya produktif untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat kemampuan ekonomi masyarakat.

Ia juga meminta pelaku industri membangun kemitraan dengan UMKM agar pelaku usaha kecil memperoleh akses pasar dan kesempatan masuk ke rantai pasok perusahaan.

Menurut Muhaimin, langkah tersebut dapat membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru sekaligus mendorong lahirnya kelompok masyarakat kelas menengah yang mandiri.

“Banyak sekali yang bisa kita lakukan. Padat karya produktif bisa kita lakukan, kolaborasi untuk UMKM untuk mendorong kelas menengah baru, lalu tentu saja orang miskin kita latih untuk siap kerja,” katanya.

Lebih lanjut, pemerintah dapat memanfaatkan pengalaman sejumlah kawasan industri yang telah menjalankan pelatihan masyarakat dan mengembangkan pendidikan vokasi sebagai referensi bagi wilayah lain.

Kawasan industri yang memiliki sekolah menengah kejuruan (SMK) dan sekolah menengah atas (SMA) berstandar internasional juga dapat berbagi pengalaman dalam menyiapkan sumber daya manusia sesuai kebutuhan industri.

Meski demikian, setiap program perlu memperhatikan kebutuhan tenaga kerja setempat, kemampuan peserta, dan keberlanjutan kesempatan kerja agar pemberdayaan menghasilkan manfaat nyata.

Faisol Riza Pimpin Koordinasi Lintas Sektor

Untuk memperkuat pelaksanaan program, Muhaimin meminta Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza memimpin koordinasi pengembangan kolaborasi antara pemerintah dan kawasan industri.

Muhaimin menilai keterlibatan dunia usaha menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan program pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Pemerintah menempatkan langkah tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Selanjutnya, Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat akan mendorong tindak lanjut yang lebih sistematis agar kolaborasi dengan 23 kawasan industri menghasilkan program yang terarah.

Pemerintah juga perlu mendorong koordinasi antarlembaga dan pelaku industri agar pelatihan, penyerapan tenaga kerja, serta kemitraan UMKM saling mendukung.

Keberhasilan program tersebut nantinya perlu terlihat melalui peningkatan akses pekerjaan, pertumbuhan usaha masyarakat, dan perbaikan kesejahteraan keluarga di sekitar kawasan industri.

Melalui kerja sama ini, pemerintah berharap kawasan industri mampu memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi sekaligus mitra pemberdayaan masyarakat.

Catatan redaksi: Bahan awal belum mencantumkan tanggal dan lokasi spesifik kegiatan. Redaksi perlu melengkapi kedua informasi tersebut sebelum menerbitkan berita agar unsur waktu dan tempat tetap akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.