Kota Bekasi, – Badan Pusat Statistik (BPS) terus melaksanakan pendataan Sensus Ekonomi sebagai langkah strategis untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, mencakup 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, Selasa (18/8/2026).
Penanggung Jawab Badan Pusat Statistik Kecamatan Bekasi Utara, Marlita, S.Si., M.M., menjelaskan bahwa sensus ekonomi tidak hanya menyasar pelaku usaha, tetapi seluruh masyarakat yang menjadi bagian dari wilayah pendataan.
“Tujuan utamanya adalah mendata seluruh masyarakat, baik yang memiliki usaha maupun yang tidak memiliki usaha. Dari pendataan ini kami bisa melihat tingkat ekonomi masyarakat, termasuk kondisi perumahannya. Harapannya seluruh masyarakat bisa terdaftar dalam sensus kali ini,” ujar Marlita.
Menurut Marlita, salah satu fokus penting dalam pelaksanaan sensus adalah memastikan keberadaan dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat terdata secara menyeluruh. Termasuk usaha mikro dan kecil yang dijalankan dari rumah maupun usaha yang memanfaatkan platform digital.
“Banyak masyarakat yang menjalankan usaha dari rumah, seperti membuat makanan, menerima pesanan, maupun menjalankan usaha secara online. Mereka juga menjadi bagian dari pendataan agar kami memiliki data UMKM dan seluruh usaha secara lebih lengkap,” jelasnya.
Hadapi Tantangan di Lapangan
Dalam pelaksanaannya, petugas BPS menghadapi berbagai tantangan ketika melakukan pendataan secara langsung dari rumah ke rumah maupun mendatangi lokasi usaha.
Marlita mengungkapkan, salah satu tantangan yang cukup dirasakan petugas adalah munculnya informasi atau konten negatif di media sosial yang kemudian memengaruhi persepsi sebagian masyarakat terhadap kegiatan sensus.
“Kadang ada masyarakat yang marah atau kurang menerima ketika petugas datang. Mungkin karena ada anggapan bahwa petugas BPS merupakan bagian dari pemerintah, sehingga muncul persepsi negatif. Padahal petugas hanya menjalankan tugas untuk melakukan pendataan,” ungkapnya.
Selain menghadapi penolakan, petugas juga menemui kondisi ketika masyarakat tidak berada di rumah. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri karena sistem pendataan dilakukan dengan mendatangi masyarakat secara langsung.
“Kadang masyarakat tidak ada di rumah. Karena kami melakukan pendataan dari rumah ke rumah, tentu kondisi seperti itu menjadi tantangan bagi petugas,” katanya.
Pengusaha Besar hingga UMKM Menjadi Sasaran Pendataan
Tidak hanya usaha rumahan, BPS juga berupaya menjangkau pelaku usaha dengan skala lebih besar. Namun, menurut Merlita, sebagian pengusaha masih memiliki kekhawatiran ketika didatangi petugas sensus.
“Untuk pengusaha yang besar juga ada tantangan. Ada yang agak sulit menerima kami karena berpikir pendataan ini berkaitan dengan pajak. Padahal sensus ekonomi ini bukan dalam rangka penarikan pajak,” tegasnya.
Karena itu, ia berharap masyarakat maupun pelaku usaha dapat memahami tujuan sensus dan memberikan informasi yang dibutuhkan kepada petugas.
Menurutnya, semakin lengkap data yang diperoleh, semakin baik pula gambaran mengenai kondisi ekonomi masyarakat yang dapat digunakan sebagai bahan perencanaan pembangunan.
Petugas Diminta Tetap Profesional dan Menyelesaikan Pendataan Tepat Waktu
Merlita juga menyampaikan harapan kepada seluruh petugas yang terlibat dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi agar tetap menjalankan tugas secara profesional, sabar, dan komunikatif ketika berhadapan dengan masyarakat.
“Harapan kami seluruh petugas dapat menjalankan tugas dengan baik. Masing-masing memiliki beban wilayah, termasuk SLS atau Satuan Lingkungan Setempat seperti lingkungan RT. Semua tugas di wilayah kerja masing-masing diharapkan dapat diselesaikan dengan baik sesuai jangka waktu yang telah ditentukan,” tuturnya.
Pendataan dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Dalam periode tersebut, petugas akan terus bergerak melakukan pendataan di wilayah masing-masing untuk memastikan masyarakat dan kegiatan usaha dapat terjangkau.
Merlita berharap masyarakat dapat memberikan dukungan dengan menerima kedatangan petugas serta memberikan informasi yang diperlukan secara benar.
“Dengan dukungan masyarakat, kami berharap pendataan dapat berjalan lancar sehingga BPS memiliki data yang lengkap mengenai masyarakat, UMKM, dan seluruh kegiatan usaha,” pungkasnya.
Sensus Ekonomi menjadi langkah penting untuk menghadirkan data yang lebih akurat tentang kondisi ekonomi masyarakat. Dari rumah tangga hingga pelaku usaha besar, setiap data memiliki arti penting dalam membantu pemerintah memahami kondisi ekonomi dan menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.