BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi memperkuat kapasitas sumber daya manusia bidang komunikasi publik melalui pelatihan admin pengelola media sosial.

Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kamis (20/8/2026), dengan melibatkan 125 peserta.

Peserta terdiri atas admin media sosial Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, hingga kelurahan se-Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menghadiri langsung kegiatan tersebut bersama jajaran Pemerintah Kota Bekasi.

Turut hadir Asisten Daerah I Kota Bekasi Lintong Dianto Putra dan Kepala Diskominfostandi Kota Bekasi Eka Chorid Ivo Vauzi.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfostandi Kota Bekasi Fitrianti Ningsih juga mengikuti kegiatan tersebut.

Tri Adhianto menekankan pentingnya media sosial pemerintah sebagai sarana komunikasi yang mampu mendekatkan OPD dengan masyarakat.

“Seluruh OPD harus semakin dekat dengan masyarakat, terutama melalui media sosial,” ujar Tri Adhianto.

Ia meminta setiap perangkat daerah menyajikan informasi yang benar-benar masyarakat butuhkan, sekaligus merespons berbagai kebutuhan warga.

“Media sosial harus menjadi penyambung antara instansi pemerintah dengan masyarakat,” katanya.

Menurut Tri, pengelolaan media sosial pemerintah tidak cukup hanya menampilkan dokumentasi kegiatan atau agenda pemerintahan.

Admin harus mampu mengemas informasi secara komunikatif, kreatif, informatif, dan relevan dengan persoalan yang masyarakat hadapi.

Tri Ingatkan OPD Tak Boleh Lelah Melayani

Tri juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak cepat puas terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan pernah merasa bahwa kita sudah paling melayani masyarakat,” tegasnya.

Ia meminta seluruh aparatur terus memperbaiki kualitas pelayanan dan menjaga semangat untuk hadir di tengah masyarakat.

“Jangan pernah merasa cukup dalam melayani masyarakat, dan jangan pernah lelah untuk terus melayani masyarakat,” lanjut Tri.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Bekasi mendorong peningkatan kompetensi admin media sosial di tingkat OPD, kecamatan, dan kelurahan.

Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan menghasilkan pengelolaan informasi pemerintah yang lebih profesional dan responsif.

Pemkot Bekasi juga ingin menjadikan media sosial sebagai ruang komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi publik sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada warga Kota Bekasi.