(Diksaiber ID) — Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya menjaga semangat Kebangkitan Nasional sebagai kekuatan untuk melawan segala bentuk kekerasan, penindasan, dan tindakan yang mencederai nilai kemanusiaan.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno dalam agenda Ikrar Bersama Bangkit Lawan Kekerasan bertajuk “Saya Tidak Mau Menjadi Korban dan Tidak Mau Menjadi Pelaku Kekerasan” di Museum Kebangkitan Nasional STOVIA, Rabu (20/5/2026).

“Semangat 1908 yang berlanjut terus sehingga lahir Sumpah Pemuda adalah kesadaran penuh melawan kekerasan, imperialisme, dan penjajahan. Tetapi sampai sekarang, praktik semacam ini masih terjadi dalam bentuk lain,” ujar Pratikno mengutip pernyataan Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027.

Pratikno mengatakan, lebih dari satu abad setelah Kebangkitan Nasional, Indonesia masih menghadapi persoalan kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar masyarakat. Menurutnya, kekerasan terhadap perempuan dan anak harus menjadi perhatian serius seluruh pihak

“Satu abad lebih Kebangkitan Nasional, tetapi kita masih menghadapi masalah kekerasan yang justru musuhnya ada di sekitar kita sendiri, yaitu kekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya.

Kemenko PMK Perkuat Koordinasi Pencegahan Kekerasan

Pratikno menegaskan, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan kerja sama lintas sektor. Karena masalah sosial di Indonesia memang sering datang dengan paket lengkap: kompleks, berlapis, dan gemar dilempar dari satu institusi ke institusi lain sambil berharap selesai sendiri.

Menurutnya, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan akan terus memperkuat fungsi sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian agar upaya pencegahan serta penanganan kekerasan berjalan lebih terpadu dan efektif.

“Tugas kami di Kemenko PMK adalah sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian. Tugas kami adalah mengorkestrasi, karena ini bukan pekerjaan satu institusi saja,” ujarnya.

Pratikno juga menyatakan kesiapan Kemenko PMK untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kami siap untuk terus ditugasi dan diingatkan agar lebih aktif melakukan koordinasi dan orkestrasi dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tegasnya.

Ajak Masyarakat Bangun Lingkungan Aman

Menutup sambutannya, Pratikno mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum Hari Kebangkitan Nasional sebagai penguat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan.

“Kita tidak ingin Indonesia yang maju justru dicederai oleh insiden kemanusiaan yang terjadi di sekitar kita. Stop kekerasan terhadap perempuan dan anak. Mari berkolaborasi bersama-sama agar hal ini tidak lagi terjadi,” pungkasnya.