Jakarta – Panglima TNI Agus Subiyanto menegaskan komitmen TNI dalam mempercepat proses rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana di sejumlah wilayah terdampak, meliputi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan keterangan pers di Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Sumatera di Lanud Halim Perdanakusuma, dengan fokus utama pada pembangunan hunian, pemulihan akses transportasi, serta pengaktifan kembali layanan publik.

Panglima TNI mengungkapkan, sebanyak 37.910 personel telah dikerahkan, diperkuat 15 batalion tambahan yang terdiri dari satuan zeni dan teritorial. Kekuatan tersebut difokuskan pada pembangunan hunian sementara dan tetap, pemasangan jembatan bailey, serta pembersihan lumpur dan puing di fasilitas umum seperti sekolah, pesantren, dan jalan.

Selain pekerjaan fisik, TNI juga memberikan dukungan kemanusiaan berupa penyediaan air bersih, evakuasi korban, pelayanan medis, distribusi logistik, hingga trauma healing bagi masyarakat terdampak. Berbagai fasilitas pendukung juga telah disiapkan, seperti dapur lapangan, sumur bor, pos kesehatan, dan pembangunan ratusan unit MCK.

Dalam upaya memulihkan konektivitas wilayah, TNI telah membangun puluhan jembatan bailey yang kini sudah dimanfaatkan masyarakat. Pembangunan jembatan tambahan juga terus dilakukan guna memperlancar mobilitas dan distribusi bantuan ke daerah terdampak.

Untuk mendukung percepatan penanganan, TNI turut mengerahkan puluhan alutsista, termasuk pesawat udara, helikopter, dan kapal perang, dalam mendistribusikan ribuan ton bantuan melalui jalur udara, laut, dan darat.