Bekasi – Sekkomisi II DPRD Bekasi kritik lambannya uji sampel limbah dan minta DLH ambil langkah tegas kepada pengusaha MBG, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi, Evi, menegaskan bahwa persoalan limbah MBG di Bojong Menteng harus segera ditangani karena terus menimbulkan dampak lingkungan bagi warga.
“Sampah MBG ini harus terpilah. Sampah rumah tangga itu wajib dipilah, mana yang bisa diolah dan mana yang tidak. Ini limbahnya sudah mencemari lingkungan,” ucapnya.
Evi meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi bertindak tegas terhadap para pelaku usaha MBG yang tidak menjalankan standar pengelolaan sampah.
“LH harus memberikan tindakan tegas kepada usaha MBG yang tidak mengurus sampahnya dengan benar. Kalau memang terbukti mencemari lingkungan, tutup saja. Tapi tetap ada prosesnya, harus ada pengecekan dulu,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa para pengusaha MBG wajib membangun sistem saluran dan fasilitas pengelolaan sampah secara mandiri.
“Kita minta pengusaha MBG membuat saluran tersendiri untuk pembangunan dan pengelolaan sampahnya. Kalau masih tetap membandel, tutup. Itu saja,” jelasnya.
Evi juga mengkritik lambannya hasil uji sampel yang DLH ambil terkait dugaan pencemaran tersebut.
“Hasil sampel dari LH sampai hari ini belum keluar. Ini sudah mau sebulan,” katanya.
Ia memastikan akan menghubungi langsung Kepala Dinas LH untuk menanyakan alasan keterlambatan itu.
“Nanti saya akan komunikasi dengan Bu Kadis. Saya mau tahu butuh berapa lama. Tes darah di lab kesehatan saja cepat, masa ini tidak bisa?” tegasnya.
Evi menambahkan bahwa Komisi II akan menelusuri lokasi laboratorium yang menguji sampel tersebut.
“Saya akan cek apakah tesnya dilakukan di laboratorium Kota Bekasi atau mungkin di DKI. Itu nanti kita pastikan,” jelasnya.
Saat ditanya apakah DLH memiliki laboratorium sendiri, Evi mengaku belum bisa memastikan.
“Saya belum pernah melihat langsung. Jadi saya tidak bisa menyampaikan punya atau tidak. Tapi harusnya sih ada,” pungkasnya.
