Jakarta – Pen Kormar, Pasmar 1. Di saat denyut nadi ibu kota melambat dan sebagian besar warga terlelap dalam hangatnya selimut, langkah-langkah tegap namun santun memecah keheningan dini hari. Bukan sedang melakukan operasi tempur, para Prajurit Hiu Perkasa Pasukan Marinir 1 (Pasmar 1) justru sedang menjalankan misi kemanusiaan: memastikan mereka yang tak beratap tetap bisa mengecap nikmatnya sahur. Jumat (27/02/2026).
Menyapa Sudut Terlupakan Menyisir sudut-sudut kota, dari kolong jembatan yang lembap hingga emperan toko yang dingin, para prajurit mendatangi satu per satu warga tuna wisma dan pejuang nafkah jalanan. Para pengemudi ojek online (ojol) yang tengah menanti orderan di pangkalan pun tak luput dari perhatian. Bukan sekadar membagikan paket makanan, kehadiran para prajurit ini membawa pesan hangat: bahwa mereka tidak sendirian. Senyum tulus dan doa yang dipanjatkan bersama di pinggir jalan menciptakan momen magis yang menghapus sekat antara seragam dan rakyat.
“Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar, tapi tentang mempertajam empati. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita yang masih berjuang di jalanan tetap merasakan kehangatan sahur dan keberkahan Ramadhan,”_ ujar Letkol Marinir Anthonius Panglima Etwin, M.Tr.Opsla.
Lebih dari Sekadar Nasi Kotak Aksi ini membuktikan bahwa di balik seragam loreng yang gagah, bersemayam jiwa kemanusiaan yang lembut. Melalui langkah sederhana namun bermakna, Prajurit Hiu Perkasa Pasmar 1 menunjukkan bahwa pengabdian paling sejati adalah saat kita mampu menyentuh hati sesama.