Jakarta – HKBP Menteng menggelar Seminar Kebangsaan bertema “Keluarga Kuat, Bangsa Kuat: Terus Melayani dan Berdampak”, Sabtu (22/8/2026), bertempat di HKBP Menteng, Jakarta Pusat.

Seminar ini menjadi ruang refleksi sekaligus dialog kebangsaan mengenai pentingnya peran keluarga, gereja, pendidikan, dan masyarakat dalam membangun kehidupan berbangsa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan akademisi, di antaranya Pdt. Sahat Manulang, Pendeta Resort HKBP Menteng; Pdt. Prof. Binsar Pakpahan; Prof. Angel Damayanti, Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI); serta David Manalu yang bertindak sebagai moderator.

Dalam paparannya, Martin Hutabarat menyoroti pentingnya kebebasan beragama dan ruang bagi setiap warga negara untuk menjalankan keyakinannya dalam kehidupan berbangsa.

Menurut Martin, Indonesia merupakan negara Pancasila yang menjunjung kebebasan dan keberagaman. Karena itu, nilai-nilai tersebut perlu terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kehidupan umat Kristiani.

“Negara Pancasila ini selalu kita agungkan. Tetapi kenapa kebebasan dari keadaan kebebasan itu sendiri menjadi orang Kristen itu punya kebebasan. Itulah iman kita tumbuh sebagai orang Kristen,” ujar Martin dalam paparannya.

Ia menekankan bahwa kebebasan beragama bukan hanya persoalan hak, tetapi juga menjadi ruang bagi setiap umat untuk menumbuhkan iman, menjalankan tanggung jawab, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

Semangat tersebut sejalan dengan tema seminar, “Keluarga Kuat, Bangsa Kuat: Terus Melayani dan Berdampak.” Keluarga dipandang sebagai fondasi penting dalam membentuk karakter generasi penerus, menanamkan nilai toleransi, gotong royong, kepedulian, serta semangat pelayanan.

Sementara itu, kehadiran para tokoh agama dan akademisi dalam seminar tersebut memperkaya perspektif mengenai tantangan kebangsaan di tengah perubahan sosial yang terus berkembang.

HKBP Menteng melalui kegiatan ini juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong umat agar tidak hanya kuat dalam kehidupan keluarga dan iman, tetapi juga mampu hadir memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan Indonesia.

Seminar kebangsaan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, memperkokoh semangat kebangsaan, serta menghidupkan kembali kesadaran bahwa keluarga yang kuat merupakan salah satu fondasi penting bagi lahirnya bangsa yang kuat, berkarakter, toleran, dan mampu terus melayani serta memberi dampak bagi sesama.