Oleh: Ichsanuddin Noorsy
JAKARTA – Diusulkannya Destry Damayanti sbg Gub BI mengulang kebijakan Pres RI ke-6 SBY. Yakni saat mengusulkan Budiono. Juga ketika “melempar” Agus Martowardoyo dari Lap. Banteng ke Thamrin. Ini sama dengan membuat DPR tidak punya pilihan kecuali menyetujui subyektivitas Presiden Prabowo.
Destry adalah bankir Bank Mandiri yang dikenal cermat dalam menganalisis ekonomi. Kecermatan dan kepekaan atas situasi saat ini memang dibutuhkan.
Soalnya, kondisi kekinian seperti yang disampaikan IMF masih penuh ketidak pastian. Artinya, Destry sebagai Gub BI juga menghadapi situasi nan gelap, suatu situasi yang sulit diprediksi.
Bayangkan, anjloknya Cadangan Devisa RI yang pada Jan 2026 US$154,6 miliar menjadi US$145,3 miliar pada Juli 2026. Artinya selama 7 bulan cadangan tersebut terkuras US$9,3 miliar. Atau perbulannya kemampuan membayar utang dan impor berkurang US$1,3285 miliar.
Anjloknya cadangan itu juga membuktikan, instrumen moneter BI tidak ampuh. Lihat kenaikan SRBI yang berada dalam kisaran 7,2% hingga 7,63%.
Dampaknya adalah suku bunga tabungan pun naik. Imbal hasil SBN pun ikut melonjak.
Pada level ini terjadi persaingan suku bunga antara SRBI, SBN, bunga tabungan, dan bunga bank sentral AS (Fed fund rate). Pemilik modal pun lantas menoleh prosentase kejatuhan nilai tukar yang berkisar di atas 10%.
Saat yang sama, Indonesia tergantung pada utang, impor energi, impor bahan baku dan bahan penolong. Juga impor teknologi dan jasa lainya.
Maka kecermatan dan kepekaaan atas situasi ekonomi global, regional dan nasional tidak cukup mampu mengatasi lingkaran setan pelemahan rupiah yang berkesinambungan. Jelas, soalnya bukan hanya penting siapa yang menjadi Gub BI. Tapi bagaimana sebenarnya sistem ekonomi Indonesia secara struktural, fundamental, dan fungsional.
Data yang saya miliki sejak 1964 hingga saat ini, sebagaimana tersaji dalam materi presentasi dan buku-buku saya membuktikan, dalam aspek fiskal dan moneter, Indonesia masih terjajah. Ini peringatan sangat mendasar di saat kita merayakan 81 tahun Indonesia merdeka.
Bagaimana Mengatasinya?
Saya sudah menyampaikan ke jejaring rezim bagaimana Manifesto Ekonomi Konstitusional. Buat Destry Damayanti, selamat menekuni lingkaran setan itu.