“Beliau tidak hanya mengalami masa-masa awal pembangunan nasional, tetapi juga menjadi salah satu tokoh yang memiliki peran penting dalam perumusan kebijakan pembangunan ekonomi Indonesia.
Bahkan beliau juga menyaksikan berbagai dinamika hingga penghujung masa Orde Baru. Semua perjalanan itu menjadi bagian dari warisan sejarah yang sangat berharga bagi bangsa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Fuad Nasar mengatakan bahwa perjalanan panjang kehidupan Prof. Soemitro merupakan sebuah legacy atau warisan intelektual yang harus dipelajari oleh generasi penerus bangsa.
Warisan tersebut tidak hanya berupa teori ekonomi, tetapi juga nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, integritas, serta komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai bahwa pemikiran Soemitro mengajarkan pentingnya membangun ekonomi yang berpihak kepada rakyat, memperkuat kemandirian nasional, serta memastikan pembangunan mampu menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Ini merupakan legacy yang ditinggalkan beliau kepada bangsa Indonesia agar kita semua dapat menghayati nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam bidang ekonomi dan pembangunan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Peluncuran buku ini juga menjadi ruang refleksi bahwa tantangan pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan pemikiran-pemikiran besar yang berpijak pada kepentingan bangsa.
Dalam menghadapi perubahan ekonomi global, transformasi digital, hingga dinamika geopolitik dunia, Indonesia memerlukan fondasi kebijakan yang kuat sebagaimana telah dicontohkan oleh Prof. Soemitro Djojohadikusumo.
Simposium Nasional yang menyertai peluncuran buku tersebut menjadi wadah dialog antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat untuk mendiskusikan kembali relevansi gagasan-gagasan Prof. Soemitro dalam menjawab berbagai persoalan ekonomi kontemporer, mulai dari penguatan industri nasional, ketahanan pangan, pemerataan pembangunan, hingga peningkatan kesejahteraan sosial.
Melalui peluncuran buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan, diharapkan lahir semangat baru bagi generasi muda Indonesia untuk mempelajari, mengembangkan, dan mengimplementasikan pemikiran-pemikiran para pendiri bangsa dalam merancang masa depan Indonesia yang lebih mandiri, berdaulat secara ekonomi, serta berkeadilan sosial.
Acara ini menjadi bukti bahwa gagasan seorang negarawan dan begawan ekonomi tidak pernah lekang oleh waktu. Pemikiran Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo akan terus menjadi inspirasi dalam membangun Indonesia yang kuat, sejahtera, dan mampu menghadapi berbagai tantangan global menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.