Jakarta, – Peluncuran buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan yang dirangkaikan dengan Simposium Nasional menjadi momentum penting untuk mengenang sekaligus menghidupkan kembali warisan intelektual almarhum Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo, salah satu tokoh ekonomi terbesar yang pernah dimiliki Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa (4/8/2026) di RRI Jakarta, ini menghadirkan para akademisi, tokoh nasional, pejabat pemerintah, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pembangunan ekonomi nasional dan kesejahteraan sosial.

Buku yang mengangkat gagasan dan perjuangan Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan ekonomi Indonesia harus berlandaskan pada semangat kemandirian, keadilan sosial, dan keberpihakan terhadap kepentingan nasional.

Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, pemikiran Soemitro dinilai tetap relevan sebagai pedoman dalam merumuskan arah pembangunan bangsa.

Direktur Jaminan Produk Halal Kementerian Agama, H. Muhammad Fuad Nasar, S.Sos., M.Sc, dalam wawancara dengan awak media menyampaikan bahwa bangsa Indonesia memiliki kewajiban moral untuk terus mengenang dan menghormati jasa-jasa almarhum Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo sebagai seorang begawan ekonomi yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan bangsa.

“Bangsa Indonesia perlu terus mengenang dan menghormati almarhum Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo sebagai seorang begawan ekonomi. Pemikiran-pemikiran beliau masih sangat relevan dengan tantangan kehidupan bangsa pada masa sekarang,” ujar Fuad Nasar.

Menurutnya, Prof. Soemitro lahir dan tumbuh dalam suasana perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pengalaman hidup tersebut membentuk karakter dan pandangan beliau mengenai pentingnya membangun ekonomi nasional yang merdeka dari segala bentuk penjajahan, baik secara politik maupun ekonomi.

Fuad Nasar menjelaskan bahwa Prof. Soemitro bukan hanya menjadi saksi perjalanan sejarah bangsa sejak masa awal kemerdekaan, tetapi juga merupakan salah satu tokoh utama yang memiliki peran strategis dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi nasional, khususnya pada masa Orde Baru.

Kontribusinya telah memberikan fondasi penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia selama beberapa dekade.