JATIASIH – Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PKB, Ahmadi Madong, menyoroti maraknya tindak kriminalitas jalanan di wilayah daerah pemilihannya saat menggelar Reses II di Jatiasih. Ia meminta Pemerintah Kota Bekasi segera memperkuat sistem pengamanan, terutama di sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan kejahatan.
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, sejumlah jalan di Kecamatan Jatiasih dan Jatisampurna kerap menjadi lokasi tindak kriminal karena minim aktivitas kendaraan pada malam hingga dini hari.
Beberapa ruas jalan yang disebut rawan antara lain Jalan Wibawa Mukti dan Jalan Komsen di Jatiasih, serta Jalan Raya Kranggan dan Jalan Alternatif Cibubur di wilayah Jatisampurna.
Karena itu, Ahmadi mendorong Pemerintah Kota Bekasi membangun pos pengamanan atau memperkuat patroli tiga pilar pada malam hari, khususnya di wilayah Jatiasih, Jatisampurna, dan Pondok Melati.
“Saya meminta Wali Kota atau pihak eksekutif agar budaya ronda kembali digalakkan. Saya juga mendorong patroli tiga pilar lebih fokus menyasar wilayah rawan kriminalitas, karena bagaimanapun masyarakat Kota Bekasi berhak mendapatkan rasa aman dari pemerintah,” kata pria yang akrab disapa Madong.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi itu menilai kasus kriminalitas jalanan seperti begal, jambret, hingga tawuran harus mendapat respons cepat dari pemerintah daerah. Menurutnya, Wali Kota dapat mengoptimalkan peran Satpol PP untuk memperkuat patroli serta meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan lainnya.
“Beberapa waktu lalu saya melihat di media sosial ada kejadian begal yang sampai menimbulkan korban di wilayah Jatisampurna. Karena itu saya meminta Pemkot Bekasi memperkuat patroli malam di titik-titik yang rawan kriminalitas jalanan,” ujarnya.
Selain mendorong pemerintah meningkatkan pengamanan, Ahmadi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melintas di jalan-jalan yang sepi pada malam hari.
“Saya mengimbau masyarakat yang harus melintasi jalur-jalur rawan kriminalitas agar sebisa mungkin ditemani atau menghindari ruas jalan yang sepi. Pemerintah Kota juga harus peduli dan tidak mengabaikan keselamatan warga Kota Bekasi,” pungkasnya.
*Firman*