Tantangan yang tak kalah berat menanti di kelas under 68 kilogram putra. Nomor yang berhasil diamankan Indonesia melalui jalur kualifikasi ini akan mempertemukan wakil Merah Putih dengan atlet-atlet dari Afghanistan, China, Hong Kong China, India, Iran, Yordania, Kazakstan, Korea Selatan, Mongolia, Chinese Taipei, Thailand, Uzbekistan, Vietnam, tuan rumah Jepang, serta satu atlet pemegang ATU Wild Card. Hampir seluruh negara yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi langganan peraih medali Asia berada di kelas ini.

Sementara itu, kelas under 80 kilogram putra yang juga berhasil diloloskan Indonesia menghadirkan medan yang sama beratnya. Di nomor ini akan hadir taekwondoin dari Kamboja, China, India, Iran, Yordania, Kazakstan, Korea Selatan, Nepal, Arab Saudi, Chinese Taipei, Tajikistan, Thailand, Uzbekistan, tuan rumah Jepang, serta satu peserta dari jalur ATU Wild Card. Kelas ini dikenal sebagai salah satu kategori paling kompetitif karena dihuni atlet-atlet dengan kombinasi kecepatan, kekuatan, dan pengalaman internasional yang tinggi.

Dengan kata lain, tiga tiket yang telah diamankan Indonesia bukan sekadar hak untuk tampil di Nagoya. Tiga tiket itu juga merupakan undangan untuk masuk ke arena persaingan paling elite di benua Asia. Artinya, perjuangan memang belum selesai. Artinya, perjuangan memang belum selesai.

Menariknya, dua tiket dari sektor kyorugi yang baru saja dipastikan bukanlah milik individu atlet yang bertanding di Mongolia. Yang lolos adalah nomor atau kelas pertandingan, bukan nama atletnya.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI, Pino Indra Perdana, menegaskan bahwa peluang masih terbuka bagi siapa saja yang mampu menunjukkan performa terbaik. “Jadi nantinya siapa saja yang mewakili Indonesia, bisa saja bukan Bassam atau Raihan,” ujar Pino.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa persaingan internal tim nasional masih akan berlangsung. Tiket sudah diamankan, tetapi kursi di pesawat menuju Nagoya belum sepenuhnya terisi.

PBTI akan terus melakukan pemantauan untuk menentukan atlet terbaik yang akan mewakili Indonesia pada kelas under 68 kilogram dan under 80 kilogram putra.

Salah satu ajang penting dalam proses tersebut adalah Kejuaraan Satria Nusantara yang akan berlangsung di Bandung pada 3–5 Juli 2026. Di sana, para atlet akan kembali diuji.