Jakarta Timur – Tim Patroli Brimob Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Perintis Polres Metro Jakarta Timur membubarkan kelompok pemuda yang diduga hendak melakukan tawuran di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (9/8/2026) dini hari.
Petugas mengamankan delapan pemuda dalam patroli gabungan tersebut. Polisi juga menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aksi tawuran, yakni bambu, balok kayu, besi tajam, dan lima telepon seluler.
Patroli gabungan menyisir sejumlah titik yang masuk kategori rawan gangguan keamanan. Petugas kemudian menemukan sekelompok pemuda yang diduga baru terlibat dalam tawuran.
Petugas langsung membubarkan kelompok tersebut untuk mencegah bentrokan kembali terjadi. Langkah itu juga bertujuan menjaga keamanan warga yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Petugas membawa delapan pemuda tersebut ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum sesuai hasil pendalaman penyidik.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto mengatakan pihaknya akan memperkuat patroli pada sejumlah titik yang berpotensi memicu gangguan keamanan.
“Kami tidak ingin potensi tawuran dibiarkan berkembang. Setiap temuan di lapangan harus segera ditangani secara terukur agar tidak menimbulkan korban dan tidak mengganggu masyarakat. Patroli akan terus diperkuat sebagai langkah pencegahan,” ujar Henik.
Brimob bersama Polres Metro Jakarta Timur juga memetakan sejumlah lokasi yang rawan tawuran dan gangguan kamtibmas. Petugas mengintensifkan pemantauan, terutama pada malam hingga dini hari.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian mencegah aksi kekerasan jalanan sebelum berkembang dan mengancam keselamatan masyarakat.
Polisi juga mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, khususnya pada jam rawan. Masyarakat dapat melaporkan informasi mengenai potensi gangguan keamanan melalui layanan Polri 110.
Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri ketika menemukan kelompok yang diduga hendak melakukan tawuran. Warga dapat segera melapor agar petugas menangani situasi secara cepat dan terukur.