Halmahera Timur — Tangis haru mengiringi perpisahan warga dengan Satgas TMMD ke-129 Kodim 1505/Tidore di Desa Lolobata, Selasa (11/8/2026) malam.

Hampir satu bulan, prajurit dan masyarakat menjalani kebersamaan melalui pekerjaan, gotong royong, serta pembangunan berbagai fasilitas desa.

Momen perpisahan itu memperlihatkan kedekatan emosional yang tumbuh selama prajurit menjalankan seluruh rangkaian kegiatan TMMD ke-129.

Warga dan prajurit saling berjabat tangan serta berpelukan ketika malam perpisahan berlangsung di Desa Lolobata, Kecamatan Wasile Tengah.

Sejumlah warga dan anggota Satgas bahkan meneteskan air mata saat harus mengakhiri kebersamaan yang telah mereka bangun.

Bukan Sekadar Menjalankan Tugas

Bagi warga Lolobata, prajurit Satgas TMMD tidak lagi sekadar menjalankan tugas selama berada di tengah kehidupan masyarakat.

Mereka hadir dalam aktivitas sehari-hari, bekerja bersama warga, dan membangun kedekatan melalui kebersamaan selama hampir satu bulan.

Kondisi tersebut membuat perpisahan terasa berat bagi masyarakat yang telah berinteraksi langsung dengan para prajurit.

Sebaliknya, prajurit Satgas juga membawa pengalaman dan kenangan dari kebersamaan mereka bersama warga Desa Lolobata.

Ungkapan “bukan sekadar tugas” menggambarkan hubungan yang tumbuh antara prajurit dan masyarakat selama pelaksanaan TMMD.

Hubungan tersebut muncul melalui interaksi sehari-hari, kerja bersama, serta semangat gotong royong yang mempertemukan prajurit dengan warga.

Karena itu, perpisahan tidak hanya menandai berakhirnya rangkaian kegiatan TMMD ke-129 di Desa Lolobata.

Momen tersebut juga memperlihatkan kuatnya rasa kekeluargaan yang tumbuh selama prajurit dan masyarakat menjalani berbagai kegiatan bersama.

Pembangunan dan Ikatan Persaudaraan

TMMD ke-129 meninggalkan hasil pembangunan yang telah dikerjakan prajurit bersama masyarakat selama pelaksanaan kegiatan di desa tersebut.

Namun, warga juga menyimpan kenangan dari kebersamaan yang terjalin selama hampir satu bulan.

Para prajurit pun membawa pengalaman serupa ketika mereka meninggalkan Desa Lolobata dan kembali menuju satuan masing-masing.

Kebersamaan itu memperlihatkan bahwa kegiatan TMMD mempertemukan tugas prajurit dengan kehidupan masyarakat secara langsung.

Melalui kerja bersama, warga dan prajurit membangun kedekatan yang kemudian menghadirkan suasana emosional saat perpisahan.

Tangis dan pelukan menjadi gambaran kuat tentang beratnya mengakhiri kebersamaan setelah hampir satu bulan menjalani aktivitas bersama.

Setelah rangkaian TMMD ke-129 berakhir, para prajurit kembali menjalankan tugas di satuan masing-masing.

Sementara itu, warga Desa Lolobata melanjutkan aktivitas mereka dengan membawa kenangan atas kebersamaan bersama para prajurit.

Perpisahan tersebut akhirnya menjadi penanda bahwa TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan di tengah masyarakat.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut meninggalkan pengalaman, kebersamaan, dan rasa persaudaraan yang terus melekat dalam ingatan warga maupun prajurit.

Dengan demikian, berakhirnya TMMD ke-129 di Lolobata tidak serta-merta menghapus hubungan yang telah tumbuh selama pelaksanaan kegiatan.

Kenangan perpisahan pada Selasa malam itu menjadi bagian dari cerita kebersamaan antara TNI dan masyarakat Desa Lolobata.