LAMPUNG SELATAN – Anggota DPR RI sekaligus Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar, Rycko Menoza, kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.Kl
Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Tahap V tersebut berlangsung di Aula Villa Desa Bakauheni, Jalan Raya Lintas Pantai Timur Sumatera, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, pada 21 Juni 2026.
Acara diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, pelaku UMKM, hingga generasi muda. Mereka mendapatkan pemaparan mengenai Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Empat Pilar Harus Diamalkan
Dalam sambutannya, Rycko menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan tidak cukup hanya dipahami secara teoritis, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Pancasila merupakan pedoman moral bangsa, UUD 1945 menjadi landasan konstitusional, NKRI adalah bentuk negara yang harus dijaga, sedangkan Bhinneka Tunggal Ika menjadi perekat keberagaman masyarakat Indonesia.
Ia menilai penguatan nilai-nilai kebangsaan semakin penting di tengah tantangan global dan dinamika sosial yang terus berkembang. Karena itu, sosialisasi Empat Pilar perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat tetap memiliki jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Peran UMKM dan Generasi MudaRycko juga menyoroti peran strategis masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan generasi muda, dalam mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan.
Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan semangat gotong royong, kejujuran, dan toleransi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam aktivitas usaha maupun kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Rycko berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan bangsa, sekaligus menjadi agen perubahan yang menanamkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing.
“Semangat nasionalisme dan cinta tanah air harus terus diperkuat agar Indonesia tetap kokoh sebagai bangsa yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.