Jakarta, – Ketua Umum Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Nasional, H. Riza Fachrial, S.E., menghadiri acara Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Dewan Nasional ORC Indonesia periode 2026–2029 yang berlangsung pada Sabtu (31/10/2026), di Hotel Arosa Bintaro, Jakarta Selatan.
Kehadiran H. Riza Fachrial dalam kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang kerja sama antara RAPI dan ORC Indonesia dalam memperkuat jaringan komunikasi masyarakat di seluruh Indonesia.
Dalam wawancara dengan awak media, H. Riza Fachrial menyampaikan bahwa dirinya bersama rekan-rekan, termasuk Ketua RAPI Lampung, mendapat undangan langsung dari perwakilan ORC yang diutus oleh ketua umumnya untuk menghadiri acara pengukuhan tersebut.
Ia berharap, ke depan RAPI dan ORC Indonesia dapat membangun hubungan kerja sama yang baik, khususnya dalam bidang komunikasi, jaringan informasi, serta dukungan komunikasi ketika menghadapi situasi darurat dan bencana.
“Harapan kami ke depan, ORC bisa menjalin kerja sama yang baik dengan RAPI. Saat ini RAPI sudah memiliki sekitar 86.000 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia dan kepengurusan di 35 provinsi. Mudah-mudahan kedua organisasi ini semakin maju, semakin jaya, dan terus bekerja sama dalam berbagai hal positif,” ungkapnya.
Lebih lanjut, H. Riza Fachrial menjelaskan bahwa teknologi komunikasi analog dan digital memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing. Menurutnya, kedua sistem tersebut tidak seharusnya dipertentangkan, melainkan dapat saling melengkapi untuk memperluas jangkauan komunikasi masyarakat.
Ia menilai, komunikasi analog masih memiliki peran strategis, terutama dalam kondisi tertentu ketika infrastruktur komunikasi digital mengalami gangguan, termasuk saat terjadi bencana alam.
“Kalau RAPI menggunakan sistem komunikasi analog, sementara ORC memiliki sistem digital, tentu masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Ketika terjadi bencana besar dan jaringan komunikasi digital mengalami gangguan, komunikasi analog masih dapat menjadi salah satu alternatif yang sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Menurutnya, sinergi kedua organisasi akan memberikan manfaat lebih besar apabila mampu saling mendukung dalam menjangkau wilayah-wilayah yang belum terlayani oleh masing-masing sistem komunikasi.
“Harus ada kerja sama. Apabila ada wilayah yang tidak terjangkau oleh komunikasi analog RAPI, mungkin ORC bisa membantu melalui sistem digitalnya. Begitu juga sebaliknya, ketika komunikasi digital tidak dapat menjangkau suatu wilayah, jaringan analog bisa menjadi alternatif. Jadi, kita harus saling melengkapi dan bekerja sama,” tegas H. Riza Fachrial.
Ia juga menyambut positif besarnya jumlah anggota ORC Indonesia yang hadir dalam kegiatan pengukuhan tersebut. Baginya, kekuatan organisasi tidak hanya dilihat dari jumlah anggotanya, tetapi juga dari komitmen untuk membangun kebersamaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
H. Riza Fachrial berharap momentum pengukuhan Pengurus Dewan Nasional ORC Indonesia periode 2026–2029 dapat menjadi awal terbangunnya kolaborasi yang lebih luas antara RAPI dan ORC.
Dengan semangat kebersamaan, kedua organisasi diharapkan mampu memperkuat ekosistem komunikasi masyarakat, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, serta berkontribusi nyata dalam membantu masyarakat, khususnya ketika akses komunikasi menjadi kebutuhan penting.
“Intinya, mari kita saling mendukung, saling melengkapi, dan bekerja sama dalam kebaikan demi kepentingan masyarakat luas,” pungkas Ketua Umum RAPI Nasional tersebut.