JAKARTA PUSAT – Satuan Brimob Polda Metro Jaya terus memperkuat pendekatan humanis melalui kegiatan keagamaan bersama masyarakat. Kali ini, personel Batalyon A Pelopor melaksanakan Salat Subuh Keliling di Masjid Jami Al-Riyadh, Kwitang, Jakarta Pusat, Sabtu (31/10/2026).
Sebanyak 10 personel yang dipimpin Ipda Nur Ali mengikuti salat Subuh berjemaah bersama warga. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, tetapi juga membuka ruang silaturahmi dan komunikasi langsung dengan lingkungan sekitar.
Personel berangkat menuju masjid sekitar pukul 03.50 WIB. Setibanya di lokasi, mereka disambut pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Yanto. Selanjutnya, seluruh personel mengikuti ibadah berjemaah dengan Ustaz Rossa sebagai imam.
Usai salat, personel Brimob melanjutkan kegiatan dengan ramah tamah bersama pengurus masjid dan masyarakat. Suasana hangat tersebut memperlihatkan upaya kepolisian membangun hubungan yang lebih dekat tanpa sekat antara aparat dan warga.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto menegaskan, pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Menurutnya, Brimob tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga harus mampu membangun kepercayaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Brimob harus senantiasa hadir dan menjadi bagian dari masyarakat. Melalui kegiatan ibadah bersama seperti ini, kami ingin memperkuat silaturahmi, menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada personel, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” ujarnya.
Henik menilai kedekatan emosional antara personel kepolisian dan masyarakat dapat memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Karena itu, interaksi langsung seperti Salat Subuh Keliling perlu terus dibangun secara konsisten.
Melalui kegiatan tersebut, Batalyon A Pelopor berharap hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat semakin erat. Warga juga diajak menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta berperan aktif mencegah potensi gangguan keamanan.
Brimob turut mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan gangguan kamtibmas.
Kehadiran polisi di tengah aktivitas keagamaan masyarakat diharapkan tidak hanya memperkuat silaturahmi, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan publik dan semangat gotong royong demi terciptanya lingkungan yang aman serta kondusif.