BEKASI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi resmi mengoperasikan kantor barunya sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya para muzaki dan mustahik di wilayah Kota Bekasi.
Ketua BAZNAS Kota Bekasi, KH Nurul Akmal, menegaskan bahwa kehadiran kantor baru tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar semakin profesional, transparan, dan tepat sasaran.
“Dengan kantor yang lebih representatif, kami ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan lebih optimal dan nyaman,” ucap Akmal.
Ia memaparkan, sepanjang tahun 2025 BAZNAS Kota Bekasi telah merealisasikan sejumlah program strategis yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Program tersebut meliputi bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu), bantuan sembako, santunan kematian, bantuan pendidikan, hingga program kesehatan.
“Untuk program-program utama seperti Rutilahu, pendidikan, kesehatan, dan bantuan kematian, itu menjadi kebutuhan mendasar mustahik dan akan terus kami lanjutkan. Program tersebut tidak akan kami putuskan karena merupakan aspirasi dan kebutuhan banyak masyarakat,” ucap KH Nurul Akmal, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, pada tahun 2026 BAZNAS Kota Bekasi tetap memprioritaskan program-program tersebut. Namun, beberapa kegiatan akan disesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan anggaran, seperti program benah musala yang untuk sementara belum menjadi prioritas utama.
Selain program sosial rutin, BAZNAS Kota Bekasi juga aktif dalam penanganan kebencanaan. Akmal menyebutkan, saat banjir melanda sejumlah wilayah, pihaknya telah menyalurkan bantuan ke titik-titik terdampak seperti Rawalumbu, Kranji, dan Bekasi Timur.
“Setiap kali terjadi bencana, baik ada permohonan resmi atau tidak, selama kami mengetahui dan memungkinkan, insyaallah kami bantu,” katanya.
Ia menjelaskan, bantuan kebencanaan yang diberikan bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. BAZNAS menyalurkan bantuan berupa sembako, makanan siap saji, bantuan uang tunai, hingga dukungan operasional dapur umum dan perlengkapan kebersihan.
“Kami juga memberikan bantuan dana agar masyarakat bisa mengelola dapur umum sendiri, membeli kebutuhan memasak, hingga perlengkapan kebersihan seperti sapu dan alat kebersihan lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Akmal mengungkapkan bahwa BAZNAS Kota Bekasi memiliki program khusus Bantuan Tanggap Bencana (BTB) yang dialokasikan dari pagu anggaran tersendiri setiap tahunnya.
“BTB ini punya pagu anggaran khusus. Jika dalam satu tahun anggaran mencukupi, maka program berjalan lancar. Namun jika di pertengahan tahun anggaran habis, kami harus melakukan rapat kembali untuk pengalokasian dana tambahan dari pos lain, jika memungkinkan,” ungkapnya.
Ia mengakui, tingginya intensitas bencana menjelang akhir tahun, seperti banjir, kebakaran, hingga rumah roboh, kerap membuat kebutuhan bantuan meningkat. Dalam kondisi tertentu, BAZNAS melakukan penyesuaian dengan mengambil dana dari pos lain agar bantuan tetap bisa disalurkan.
“Terkait keterbatasan anggaran, kami selalu menyampaikan secara terbuka kepada pemerintah dan masyarakat agar dipahami bersama,” tegasnya.
Selain penanganan sosial dan kebencanaan, BAZNAS Kota Bekasi juga menaruh perhatian besar pada sektor pendidikan bagi mustahik. Program bantuan pendidikan tetap menjadi fokus utama guna memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Dengan diresmikannya kantor baru ini, BAZNAS Kota Bekasi optimistis dapat meningkatkan efektivitas pelayanan, memperkuat koordinasi internal, serta menghadirkan pengelolaan zakat yang lebih profesional demi kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi.