JAKARTA — Prajurit Satuan Tugas Batalyon Gerak Cepat (Satgas BGC) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-G yang bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Demokratik Kongo kembali ke Tanah Air setelah menuntaskan penugasan periode 2025–2026.

Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun menyambut kepulangan para prajurit yang tergabung dalam United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO) tersebut di Lapangan PRIMA, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (28/10/2026).

Bobby mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam penyambutan yang menandai berakhirnya tugas prajurit Garuda dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB di negara Afrika tersebut.

Hadapi Tantangan Keamanan dan Kemanusiaan

Dalam amanat tertulis Panglima TNI yang dibacakan Asops Panglima TNI, Agus menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus apresiasi kepada seluruh personel atas keberhasilan menjalankan tugas.

Panglima TNI mengapresiasi profesionalisme, kedisiplinan, dan tanggung jawab prajurit selama menjalankan mandat internasional. Ia juga menyoroti keberhasilan para personel menyelesaikan karantina kesehatan selama 14 hari setelah kembali dari daerah penugasan.

Selama bertugas di Republik Demokratik Kongo, Satgas BGC TNI Konga XXXIX-G menjalankan mandat PBB untuk mendukung perlindungan masyarakat sipil dan menjaga stabilitas keamanan.

Para prajurit menghadapi beragam tantangan di wilayah operasi, mulai dari aktivitas kelompok bersenjata, keterbatasan infrastruktur, hingga persoalan kemanusiaan. Ancaman wabah Ebola di sejumlah wilayah juga menambah kompleksitas pelaksanaan tugas.

Situasi tersebut menuntut kesiapsiagaan, disiplin, serta kemampuan personel dalam menjalankan tugas sesuai mandat misi perdamaian PBB.

Perkuat Diplomasi Militer Indonesia

Keberhasilan Satgas BGC TNI Konga XXXIX-G menuntaskan penugasan turut menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung pemeliharaan perdamaian dunia.

Melalui keterlibatan dalam MONUSCO, prajurit TNI mengemban tanggung jawab internasional sekaligus membawa nama Indonesia di tengah masyarakat dunia.

Pengabdian tersebut juga menjadi bagian dari diplomasi militer Indonesia untuk memperkuat kontribusi nasional dalam menjaga stabilitas dan perdamaian internasional.

Komitmen itu sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Kepulangan para prajurit menutup rangkaian penugasan periode 2025–2026. Pengalaman mereka selama menjalankan misi di Republik Demokratik Kongo menjadi bagian dari kontribusi TNI dalam mendukung perdamaian dunia melalui kerja sama multilateral di bawah naungan PBB.