BALI – Pertamina Patra Niaga wilayah Regional Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT (Jatimbalinus) memastikan terus menambah pasokan bahan bakar minyak ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di seluruh wilayah Provinsi Bali.
Langkah ini diambil pasca kelangkaan bbm jenis Pertalite di seluruh wilayah Bali yang terjadi sejak Minggu (11/10), dan berimbas kepada mengularnya antrean masyarakat di sejumlah titik pengisian bahan bakar.
“Pasokan bbm terus diperkuat untuk wilayah Bali. Terbaru, kapal pengangkut bbm telah sandar di Integrated Terminal (IT) Manggis membawa tambahan pasokan,” tulis keterangan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui akun instagram resminya pada Selasa (13/10).
Pertamina juga merinci pihaknya sudah mendatangkan 18.000 Kiloliter bahan bakar jenis Pertalite dan sebanyak 2.500 Kiloliter bahan bakar berjenis Pertamax. Jumlah ini kemudian ditambah dengan hadirnya pasokan Pertalite sebanyak 1.200 Kiloliter yang tiba di Karangasem pada Selasa pagi tadi.
Demi mengurai kepadatan antrean bbm yang masih terjadi pihak Pertamina juga memasikan operasional terminal bahan bakar milik mereka akan beroperasi selama 24 jam nonstop, serta menambah jumlah persediaan bahan bakar untuk Pulau Bali sebanyak 25.000 Kiloliter yang akan didatangkan bertahap pada tanggal 14 dan 16 Oktober mendatang.
Antrean Mengular
Imbas dari kelangkaan bahan bakar yang terjadi sejak Minggu. warga di sejumlah lokasi di Bali mengaku terpaksa membatasi aktivitas menggunakan kendaraan.
Ida (36),warga Nusa Dua yang berprofesi sebagai pekerja restoran mengaku harus membatasi penggunaan sepeda motor miliknya hanya untuk keperluan bekerja. Langkah ini dilakukan Ida karena merasa waktu antre bbm di SPBU sangat melelahkan.
“Tadi ini antrean panjang banget, saya baru bisa mengisi bbm setelah dua jam di sini,” ujarnya saat dihubungi Askara, Selasa petang (13/10).
Ida juga mengaku awalnya dia ingin mengisi di sebuah SPBU yang masih berada di kawasan Nusa Dua. Namun karena warga setempat menginformasikan bahwa stok bahan bakar yang dijual telah habis, ia terpaksa mencari SPBU yang masih memiliki stok bahan bakar, di lokasi lain.
“Tadi saya ke SPBU di Nusa Dua tapi kata warga sekitar sudah habis (stok bbm). Akhirnya saya ke arah Jimbaran. Di sini jumlah jalur yang aktif juga cuma satu unit untuk Pertalite, dan satu unit untuk Pertamax. Seharusnya masing-masing bisa dibuka dengan dua jalur. Menurut saya ini yang menjadi penyebab antrean masih sangat panjang,” ujarnya.