Jakarta, – Sosok almarhum Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo meninggalkan kesan mendalam bagi orang-orang yang pernah mengenal dan berinteraksi dengannya. Di balik karakter yang dikenal tegas dan disiplin, almarhum memiliki kepribadian yang baik serta hati yang tulus terhadap sesama, (21/10/2026).

Hal tersebut disampaikan Sasunto saat diwawancarai awak media. Ia mengenang almarhum sebagai sosok pribadi yang memiliki ketegasan dalam bersikap, kedisiplinan tinggi, tetapi tetap mengedepankan kebaikan hati dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Sasunto, tidak semua orang mengetahui sisi lain kepribadian almarhum. Banyak yang hanya melihat ketegasan dan kedisiplinannya, tanpa memahami bahwa di balik karakter tersebut terdapat jiwa dan hati yang baik.

“Almarhum Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo itu orang baik. Beliau memang sosok yang tegas dan disiplin, tetapi sebenarnya memiliki jiwa dan hati yang sangat baik. Banyak orang yang mungkin belum mengetahui bagaimana sifat beliau sesungguhnya,” ungkap Sasunto.

Ia menilai, ketegasan yang dimiliki almarhum bukan berarti menunjukkan sikap keras semata, melainkan bagian dari karakter seorang pemimpin yang menjunjung tinggi prinsip, tanggung jawab, dan kedisiplinan.

Sasunto juga menyampaikan pesan dan harapannya kepada keluarga besar almarhum agar nilai-nilai kebaikan, ketegasan, kedisiplinan, serta keteladanan yang telah diwariskan dapat terus dijaga oleh generasi penerus.

Secara khusus, ia menaruh harapan kepada Mayjen Agus Isrok Mikroj agar mampu meneruskan nilai-nilai positif dan semangat pengabdian yang telah dicontohkan oleh almarhum.

“Saya berharap keluarga besar almarhum tetap menjaga nama baik dan meneruskan nilai-nilai kebaikan beliau. Khususnya Pak Mayjen Agus Isrok Mikroj, suatu saat nanti beliau akan mengingat apa yang saya sampaikan ini,” tambahnya.

Bagi Sasunto, kepergian almarhum bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga menjadi kehilangan bagi orang-orang yang pernah mengenal kebaikan dan keteladanannya.

Sosok pemimpin yang tegas, disiplin, namun memiliki hati yang baik merupakan warisan berharga. Nilai-nilai itulah yang diharapkan tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

Keteladanan tidak berhenti ketika seseorang telah tiada. Kebaikan, prinsip hidup, dan pengabdian akan selalu dikenang oleh mereka yang pernah merasakannya.