JAKARTA – Dunia penegakan hukum di Tanah Air tengah diselimuti kabar duka. Advokat, aktivis kebebasan beragama dan berkeyakinan, Kamaruddin Simanjuntak, S.H., M.H, mengembuskan nafas terakhir pada Senin dini hari (19/10), di Rumah Sakit Pelni, Jakarta Barat. Kamaruddin pergi setelah berjuang melawan komplikasi penyakit yang dideritanya dalam dua tahun terakhir.
Kabar itu dibenarkan oleh sahabat sekaligus rekan seprofesi Kamaruddin, Martin Lukas Simanjuntak.
“Rest in Peace, Bang Kamaruddin Simanjuntak. Beliau sosok pemberani, tulus, dan peduli pada mereka yang mengalami ketidakadilan. Bagi saya, beliau bukan sekedar sahabat dan keluarga, tetapi juga guru serta teladan dalam keberanian, keteguhan prinsip, dan perjuangan menegakkan keadilan,” tulis Martin dalam unggahannya di instagram.
Kamaruddin Simanjuntak lahir di Siborongborong, Sumatra Utara. Ia besar dalam didikan kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai petani. Sejak kecil Kamaruddin dikenal sebagai sosok pekerja keras, dan setelah menamatkan pendidikan di sekolah menengah atas ia memutuskan merantau ke Jakarta.
Di Jakarta, Kamaruddin sempat mengenyam getirnya kehidupan jauh sebelum dikenal sebagai pengacara yang sukses seperti saat ini. Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta yang digelar pada tahun 2021 silam, ia membagikan kisah singkat perjalanan hidupnya.
Datang ke Jakarta dengan uang yang serba pas-pasan, Kamaruddin harus bekerja serabutan dan tidur di kolong jembatan ketika malam hari tiba. Sebuah kardus bekas menjadi alas tidurnya, sementara papan kayu triplek menjadi tembok pemisah antara dirinya dan penghuni kolong jembatan yang lain.
“Kalau mau mencuci baju saya harus ke toilet umum. Baju saya tidak pernah diseterika, tapi saya tumpuk di antara papan triplek supaya menjadi licin,” ujar Kamaruddin dalam konferensi pers Partai Demokrasi Republik Indonesia Sejahtera, di sebuah hotel yang terletak di bilangan Grogol, Jakarta Barat, akhir Juli 2020.
Kamaruddin lalu melanjutkan, hotel yang menjadi tempat pertemuannya dengan awak media kala itu adalah lokasi awal karirnya terjun sebagai pekerja di sektor formal, sebagai seorang pencuci piring restoran.
“Karena itulah hotel ini meninggalkan kesan yang mendalam di hidup saya. Karena di tempat ini saya pertama kali bekerja,” ujar Kamaruddin.
Berkat kerja keras dan disiplin tinggi, ia lalu dipromosikan menjadi pelayan restoran. Dari tip harian yang jika dikumpulkan setara dengan jumlah satu bulan gaji, Kamaruddin lalu menyisihkan sebagai pendapatannya untuk dikirimkan kepada orangtuanya di kampung. Pelan-pelan Kamaruddin juga menabung untuk mewujudkan cita-citanya melanjutkan pendidikan ke fakultas hukum.
Pada tahun 2000 Kamaruddin meraih gelar sarjana hukumnya dari Universitas Kristen Indonesia. Ia lulus dengan predikat cum laude, kemudian menapaki karir barunya sebagai seorang pengacara dan mendirikan Firma Hukum Victoria. Etos kerja keras juga tetap menjadi nilai yang tidak pernah ditawarnya selama menekuni profesi sebagai pengacara.
Sebagai seorang pembela, Kamaruddin juga dikenal di antara rekan-rekannya sebagai seorang figur yang pemberani. Tak jarang Kamaruddin harus melalui berbagai situasi yang berbahaya ketika berdiri paling depan sewaktu memperjuangkan tegaknya keadilan.
Duka Masyarakat
Nama Kamaruddin Simanjuntak lalu menjadi sorotan masyarakat di Indonesia dan dunia internasional ketika memperjuangkan keadilan bagi almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, bersama dengan Martin Simanjuntak dan timnya, pada tahun 2022 silam.
Totalitas dalam membela kebenaran yang ditunjukkan Kamaruddin semasa hidupnya turut meninggalkan duka mendalam di banyak hati masyarakat Indonesia ketika mendengar dirinya berpulang. Di banyak unggahan duka cita terkait kepergian sang pembela, masyarakat Indonesia turut mendoakan dan menyampaikan rasa kehilangannya.
“Turut berduka cita … Semoga arwah diterima dalam kerahiman Tuhan dan keluarga yang di tinggal di beri kekuatan dan penghiburan,” tulis seorang warganet.
“Ya Allah beliau orang baik,” tulis warganet lainnya.
“Beliau pahlawan keadilan. Selamat jalan bang semoga tuhan membalas smua kebaikan abang & di tempatkan di tempat terindah di sisi tuhan, Amiin,” sambung salah seorang warganet lainnya.