Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meninjau latihan Kelompok Depan Operasi Lintas Udara (KDOL) dalam Latihan Terintegrasi TNI 2026 di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Selasa (4/8/2026).
Latihan menguji kesiapan operasi lintas udara, kemampuan komando dan pengendalian, serta interoperabilitas antarmatra untuk mendukung Operasi Militer untuk Perang.
TNI melibatkan pesawat CN-235 TNI AU, prajurit Brigif 17/Sakti Budi Bhakti, dan personel Denmatra 2 Korps Pasukan Gerak Cepat sebagai unsur KDOL.
Unsur KDOL menyiapkan daerah pendaratan pasukan lintas udara sebelum pelaksanaan operasi utama.
Penyelenggara menggelar latihan pada malam hari untuk menguji ketelitian, profesionalisme, kesiapan alutsista, dan kemampuan prajurit menghadapi situasi operasi.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menegaskan latihan terintegrasi menjadi sarana menguji efektivitas sistem komando dan pengendalian operasi gabungan.
“Yang diharapkan di sini adalah pimpinan TNI, dalam hal ini Panglima TNI, bisa melaksanakan komando dan pengendalian dalam setiap operasi langsung sampai unit yang terkecil,” kata Muhammad Nas.
Muhammad Nas menjelaskan latihan memastikan Panglima TNI mampu mengendalikan operasi gabungan hingga satuan paling bawah secara efektif.
Ia menegaskan seluruh rangkaian latihan menunjukkan kesiapan TNI menjalankan tugas sesuai amanat undang-undang dalam Operasi Militer untuk Perang.
“Kita siap melaksanakan tugas sesuai undang-undang operasi militer untuk perang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai titik terluar dan terpencil sekalipun,” ujarnya.
Latihan KDOL memperkuat kesiapan operasional, meningkatkan interoperabilitas antarmatra, dan menyempurnakan kemampuan komando serta pengendalian menghadapi berbagai ancaman terhadap kedaulatan negara.