Bekasi – Rasa kepedulian dan solidaritas terasa kuat di depan Kantor DPRD Kota Bekasi pada Jumat (5/12/2025). Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus turun ke jalan, mengadakan aksi penggalangan dana untuk membantu korban banjir besar yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera.

Aksi kemanusiaan ini diprakarsai oleh PK KAMMI Bani Saleh yang berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bani Saleh. Mereka turut menggandeng mahasiswa dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Universitas Mulia Pratama, dan Universitas Pancasakti untuk memperluas jangkauan aksi.

Dengan membawa kotak donasi dan spanduk solidaritas, para mahasiswa berdiri di titik lampu merah depan gedung DPRD. Para pengendara yang melintas pun terlihat antusias memberikan sumbangan, menunjukkan bahwa empati masyarakat masih sangat kuat.

Sekretaris Jenderal BEM Universitas Bani Saleh, M. Farras Naufal, sebagai penginisiasi kegiatan, menyebut aksi ini sebagai bentuk panggilan moral bagi mahasiswa.

“Ini bukan sekadar penggalangan dana, tapi wujud kepedulian sebagai anak bangsa. Ketika saudara kita sedang tertimpa musibah, kita tak bisa tinggal diam,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PK KAMMI Bani Saleh, Ahmad Habibi, S.Kom, menambahkan bahwa bencana banjir ini tidak hanya menjadi ujian bagi masyarakat terdampak, tetapi juga bagi generasi muda dalam menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial.

“Mahasiswa harus bersatu dan saling menguatkan. Relawan wajib bekerja sama mencari solusi terbaik. Dan pemerintah perlu segera mempertimbangkan penetapan status bencana nasional agar pemulihan di tiga provinsi terdampak bisa lebih cepat,” tegas Habibi.

Ia juga mendorong PP KAMMI untuk mengambil langkah strategis dengan mendesak pemerintah pusat menetapkan status bencana nasional demi efektifnya penanganan.

Kolaborasi antara KAMMI dan BEM Universitas Bani Saleh ini diharapkan menjadi contoh kepedulian antarkampus. Melalui aksi gotong royong ini, mahasiswa berharap bantuan yang terkumpul dapat meringankan beban para korban dan mempercepat pemulihan di wilayah terdampak.

Di tengah hiruk-pikuk kota Bekasi, aksi sederhana ini menjadi pengingat bahwa solidaritas tak pernah hilang—dan para mahasiswa terus menjadi garda terdepan dalam merawat nilai kemanusiaan.