JAKARTA, 14 Agustus 2026 — Industri peralatan listrik nasional dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu penopang utama pembangunan kawasan industri cerdas (smart industrial estates) sekaligus memperkuat kemandirian teknologi Indonesia.
Peluang tersebut semakin terbuka seiring meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur kelistrikan yang andal, efisien, dan mampu mendukung transformasi industri berbasis teknologi.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Eksekutif Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia (APPI), Ahmad Riandhie, saat menjadi pembicara dalam seminar panel bertajuk “Powering Smart Industrial Estates: Advanced Electrical Equipment, TKDN, and Grid Efficiency” dalam rangkaian Indo Machinery Investment and Trade Show 2026 – The Indonesia’s Platform for Machinery and Manufacturing Innovation, di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Menurut Ahmad, salah satu hal yang perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat adalah kemampuan industri nasional dalam memproduksi berbagai kebutuhan peralatan kelistrikan di dalam negeri.
«“Yang penting masyarakat mengetahui bahwa peralatan listrik sudah dapat dibuat di dalam negeri. Kita tidak perlu impor lagi,” ujar Ahmad seusai acara.»
Industri Nasional Bukan Sekadar Pengguna Teknologi
Ahmad menegaskan, industri peralatan listrik Indonesia saat ini telah memiliki kemampuan manufaktur dan sumber daya produksi untuk mengerjakan berbagai kebutuhan peralatan kelistrikan.
Dengan kapasitas tersebut, industri nasional dinilai memiliki posisi strategis untuk mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
«“Semua anggota kami adalah pabrikan dan produsen, sehingga produk-produk tersebut bisa kami kerjakan,” katanya.»
Menurut Ahmad, penguatan industri dalam negeri harus berjalan beriringan dengan peningkatan pemanfaatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Peningkatan TKDN bukan hanya menyangkut persentase penggunaan produk lokal, tetapi juga menjadi momentum untuk membuktikan bahwa industri nasional mampu menghasilkan produk dengan kualitas, teknologi, kapasitas manufaktur, serta daya saing yang mampu memenuhi kebutuhan proyek-proyek kelistrikan nasional.
TKDN dan Efisiensi Jaringan Jadi Kunci
Pengembangan kawasan industri cerdas membutuhkan sistem kelistrikan yang semakin terintegrasi dan efisien. Karena itu, keberadaan produsen peralatan listrik nasional menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem industri yang kuat dari hulu hingga hilir.
Pemanfaatan produk dalam negeri juga berpotensi memberikan dampak berantai terhadap perekonomian, mulai dari peningkatan kapasitas manufaktur, pengembangan sumber daya manusia, tumbuhnya industri pendukung hingga terbukanya lapangan usaha baru.
Dalam konteks tersebut, peningkatan TKDN perlu dibarengi dengan inovasi, standardisasi mutu dan efisiensi agar produk nasional tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga memiliki daya saing yang semakin kuat.
Buka Peluang bagi Generasi Muda dan UMKM
Selain memperkuat industri nasional, APPI melihat sektor kelistrikan sebagai ruang yang terbuka bagi generasi muda, termasuk pelaku UMKM, untuk membangun usaha dan masuk ke dalam rantai pasok industri.
Ahmad mengatakan, APPI selama ini aktif menjalin komunikasi dengan berbagai perguruan tinggi dan menjadi narasumber dalam kegiatan yang diselenggarakan kementerian maupun institusi pendidikan.
«“Kami sering diminta menjadi narasumber oleh kementerian terkait SDM maupun oleh perguruan tinggi untuk menyampaikan kondisi industri peralatan listrik saat ini,” jelasnya.»
Menurut Ahmad, komunikasi tersebut penting agar mahasiswa dan generasi muda memperoleh gambaran konkret mengenai kondisi industri sekaligus memahami peluang bisnis yang tersedia.
«“Ini supaya mereka mengetahui sejauh mana bisa masuk ke bisnis peralatan listrik dan melihat peluangnya ke depan,” ujarnya.»
Dengan semakin berkembangnya kebutuhan infrastruktur energi dan kelistrikan, generasi muda dinilai tidak harus selalu menjadi pencari kerja. Mereka juga memiliki peluang untuk menjadi pelaku usaha, inovator, pemasok komponen, penyedia jasa maupun bagian dari rantai pasok industri kelistrikan nasional.
RUPTL Jadi Peta Besar Peluang Industri
Ahmad juga menilai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dapat menjadi salah satu acuan penting bagi industri maupun calon pelaku usaha dalam membaca arah perkembangan sektor kelistrikan nasional.
Melalui RUPTL, pelaku industri dapat memperoleh gambaran mengenai kebutuhan pembangunan infrastruktur kelistrikan, mulai dari jaringan transmisi, gardu induk, gardu distribusi hingga jaringan distribusi.
«“Di situ jelas berapa kilometer sirkit kebutuhan transmisi, berapa ribu MVA gardu induk, gardu distribusi dan jaringan distribusi,” kata Ahmad.»
Informasi tersebut, lanjutnya, dapat dimanfaatkan sebagai referensi bagi industri untuk menyesuaikan kapasitas produksi, pengembangan teknologi dan strategi bisnis dengan kebutuhan pembangunan nasional.
«“Jadi mereka bisa melihat bagaimana kondisi industri saat ini dan bagaimana masa depannya, kemudian menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada,” tambahnya.»
Menatap Masa Depan Industri Kelistrikan
Keberadaan kawasan industri cerdas akan menuntut dukungan infrastruktur kelistrikan yang semakin berkualitas. Kebutuhan terhadap sistem kelistrikan yang efisien, andal dan terintegrasi akan terus berkembang seiring dengan transformasi industri dan digitalisasi.
Dalam kondisi tersebut, industri peralatan listrik nasional memiliki kesempatan untuk mengambil peran lebih besar. Bukan hanya sebagai pemasok produk, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem teknologi yang mendukung pembangunan industri Indonesia.
APPI sendiri merupakan wadah industri produsen peralatan dan panel listrik Indonesia yang berdiri sejak Mei 1976. Asosiasi ini menjadi bagian dari ekosistem industri nasional dalam mendorong penguatan produsen dalam negeri, standardisasi mutu, serta pengembangan infrastruktur energi dan kelistrikan nasional.
Ke depan, sinergi antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, generasi muda dan UMKM menjadi semakin penting untuk membangun ekosistem kelistrikan nasional yang kuat.
Melalui penguatan manufaktur dalam negeri, peningkatan TKDN, efisiensi jaringan, inovasi teknologi, serta keterlibatan generasi muda dan UMKM, industri peralatan listrik nasional diharapkan semakin mampu mengambil peran strategis dalam mewujudkan kawasan industri cerdas.
Lebih jauh, penguatan tersebut bukan hanya berbicara mengenai kemampuan memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga menjadi langkah penting menuju kemandirian teknologi dan daya saing industri Indonesia di masa depan.