BEKASI – Pemerintah Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi, mulai mendorong pembenahan lingkungan di Kampung Markan, RW 003, pascakebakaran sampah. Lahan yang sebelumnya menjadi perhatian warga itu direncanakan akan ditata menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga, tempat bermain anak, hingga area berkebun.
Lurah Bojong Rawalumbu, Warjan, S.AP., Kecamatan Rawalumbu bersama staf kelurahan meninjau langsung lokasi tersebut pada Senin (19/10/2026).
“Kita sudah melakukan diskusi dengan sejumlah pengurus RT dan tokoh masyarakat mengenai rencana penataan kawasan serta penanganan sampah.” Ucapnya Senin 19/10/26
Warjan mengatakan, pemanfaatan lahan diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kampung Markan.
“Ke depan, kita ingin fasilitas ini menjadi lebih indah dan bermanfaat bagi warga. Bisa digunakan sebagai tempat bermain anak, sarana olahraga, dan area berkebun sehingga hasilnya dapat dinikmati masyarakat,” ujar Warjan kepada media.
Menurutnya, rencana tersebut perlu dibahas bersama warga agar pelaksanaannya sesuai kebutuhan masyarakat. Ia meminta para pengurus RT menyusun program kerja dan menggelar rapat yang melibatkan warga RW 003.
“Pembenahan lingkungan nantinya diharapkan melibatkan Linmas, Karang Taruna, tokoh masyarakat, serta warga setempat melalui kegiatan gotong royong.” Paparnya
Langkah ini dinilai penting untuk membersihkan sampah sekaligus mencegah kawasan tersebut kembali menjadi titik persoalan lingkungan.
“Perlu ada program yang disepakati bersama. Kita ingin kawasan ini dibenahi secara gotong royong agar lebih tertata dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pengurus RT dan tokoh masyarakat hadir untuk membahas rencana penataan lingkungan. Namun, Ketua RW 003, Heliyana, disebut tidak menghadiri pertemuan tersebut.
“Saya telah berupaya menghubungi Heliyana melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp, tetapi menurut keterangannya, belum memperoleh respons.” Tegas Warjan
Ketidakhadiran tersebut disayangkan oleh salah seorang tokoh masyarakat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Ia menilai keterlibatan pengurus lingkungan penting dalam pembahasan yang menyangkut kepentingan bersama.
” Kita tidak tahu yq alasan ketidakhadiran Ketua RW 003 jadi Klarifikasi dari pihak yang bersangkutan masih diperlukan agar persoalan tersebut tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.”paparnya
Selain membahas penataan kawasan, muncul pula pertanyaan mengenai dugaan persoalan limbah yang dikaitkan warga dengan aktivitas PT Mirae Cipta Indah di Kampung Markan.
“Persoalan ini perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan sumber limbah, lokasi pembuangan, serta ada atau tidaknya keterkaitan dengan aktivitas perusahaan.” Kata Warjan
Redaksi akan meminta konfirmasi kepada pihak PT Mirae Cipta Indah mengenai pengelolaan limbah dan koordinasi dengan pemerintah setempat. Keterangan resmi perusahaan belum diperoleh saat berita ini disusun.
Apabila terdapat dugaan pencemaran lingkungan, pemeriksaan oleh instansi terkait diperlukan agar persoalan tersebut dapat ditangani berdasarkan bukti dan ketentuan yang berlaku.
Ketua RT 006, Yudi, berharap kunjungan lurah menjadi langkah awal bagi perubahan nyata di Kampung Markan. Ia menginginkan adanya tindak lanjut melalui program penataan lingkungan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Semoga dengan kehadiran lurah, Kampung Markan bisa menjadi lebih baik, tertata, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Yudi.
Penataan lahan, pembersihan sampah, dan rencana penyediaan fasilitas publik kini menjadi pekerjaan yang membutuhkan koordinasi berkelanjutan antara pemerintah kelurahan, pengurus lingkungan, dan warga.
“Kami sebagai masyarakat berharap rencana tersebut dapat segera ditindaklanjuti, sehingga lahan di Kampung Markan tidak hanya bersih dari persoalan sampah, tetapi juga berkembang menjadi ruang bersama yang produktif dan nyaman bagi warga.” Pungkasnya