JAKARTA – Kompi 2 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya menyiapkan fasilitas pemilahan sampah dan pembuatan biopori untuk menjaga kebersihan lingkungan markas komando (Mako), Senin (19/10/2026).

Kegiatan ini mencakup penempatan tempat sampah organik dan nonorganik serta persiapan pembuatan biopori. Langkah tersebut mendorong kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih tertib di lingkungan kerja dan asrama.

Personel menempatkan tempat sampah di sejumlah titik strategis, antara lain pos penjagaan depan Mako, lobi kantor, sisi kiri kantor, area flat, dan kantin asrama.

Selain itu, personel menyiapkan wadah komposter berkapasitas 1.000 liter untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos. Hasil pengolahan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan kembali sesuai kebutuhan.

Olah Sampah Organik Menjadi Kompos

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto menekankan pentingnya membangun kepedulian terhadap kebersihan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari kebiasaan memilah sampah sesuai jenisnya. Dengan langkah ini, kita dapat mengurangi limbah sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar Henik.

Dalam proses pengolahan, petugas memasukkan sampah organik ke dalam komposter, kemudian menambahkan air dan larutan EM4 secukupnya.

Selanjutnya, petugas menutup wadah untuk melindungi isinya dari hujan dan serangga. Mereka juga mengaduk sampah secara berkala guna menjaga sirkulasi udara selama proses penguraian.

Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar 30 hari hingga dua bulan. Namun, kesiapan kompos untuk digunakan bergantung pada kondisi bahan dan proses penguraiannya.

Melalui kegiatan ini, Brimob Polda Metro Jaya mendorong personel membangun kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dari lingkungan sendiri.

Upaya tersebut juga menjadi ajakan bagi masyarakat untuk memisahkan sampah organik dan nonorganik serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.

Pengelolaan sampah yang tertib membutuhkan konsistensi dan keterlibatan bersama. Karena itu, kebiasaan sederhana seperti memilah sampah dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi limbah dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih serta sehat.