JAKARTA — Tim Patroli Gabungan Brimob Batalyon B Pelopor bersama Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur membubarkan balap liar, Sabtu (5/9/2026) dini hari.

Petugas menemukan aksi tersebut menutup akses Jalan Jenderal Polisi RS Soekanto, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, sehingga mengganggu pengguna jalan.

Dalam penertiban itu, petugas mengamankan 20 pemuda untuk menjalani pemeriksaan guna memastikan tidak ada pelanggaran lain yang menyertai aktivitas tersebut.

Patroli gabungan itu merupakan bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Petugas menyasar sejumlah potensi gangguan, terutama 3C, tawuran, balap liar, serta kejahatan jalanan yang kerap muncul pada malam hingga dini hari.

Patroli Sasar Sejumlah Ruas Jalan

Sebelum menuju Jalan Jenderal Polisi RS Soekanto, personel lebih dahulu menyisir sejumlah ruas jalan di wilayah Jakarta Timur.

Tim patroli melintasi Jalan Jenderal Basuki Rahmat dan Jalan Kolonel Soegiono untuk memantau kondisi keamanan sekaligus mengantisipasi aktivitas mencurigakan.

Setelah menemukan aksi balap liar, petugas segera mengambil langkah penertiban untuk mengembalikan fungsi jalan bagi masyarakat.

Petugas kemudian memeriksa para pemuda dan kendaraan yang mereka gunakan dalam aktivitas tersebut.

Dari pemeriksaan tersebut, petugas tidak menemukan barang maupun benda mencurigakan yang berkaitan dengan tindak pidana.

Selanjutnya, petugas memberikan pembinaan kepada para pemuda dan mengimbau mereka membubarkan diri serta kembali ke rumah masing-masing.

Langkah tersebut sekaligus mencegah para pemuda kembali berkumpul dan memicu gangguan keamanan pada waktu yang rawan.

Setelah penertiban selesai, tim melanjutkan patroli menuju kawasan Cipinang Muara untuk memantau situasi keamanan di wilayah tersebut.

Temukan Kelompok Pemuda di Cipinang Muara

Di kawasan Cipinang Muara, petugas kembali menemukan sekelompok pemuda yang masih berkumpul pada dini hari.

Petugas kemudian menggali informasi mengenai aktivitas kelompok tersebut untuk memastikan keberadaan mereka tidak berkaitan dengan gangguan kamtibmas.

Berdasarkan pemeriksaan awal, kelompok tersebut sebelumnya membantu warga menangkap ular yang masuk ke sebuah rumah.

Petugas memastikan aktivitas tersebut tidak berkaitan dengan tawuran maupun tindak kejahatan lainnya.

Meski demikian, personel tetap mengimbau mereka segera kembali ke rumah untuk menghindari potensi gangguan selama jam rawan.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto mengatakan patroli tersebut mengedepankan langkah pencegahan untuk menjaga keamanan masyarakat.

“Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat mencegah gangguan kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Henik.

Menurutnya, langkah tersebut juga menyasar masyarakat yang masih beraktivitas dan menggunakan jalan pada malam hingga dini hari.

“Khususnya pengguna jalan yang masih beraktivitas pada malam hingga dini hari,” katanya.

Imbau Pemuda Hindari Aktivitas Berisiko

Brimob Polda Metro Jaya mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan lingkungan dengan menghindari aktivitas yang dapat membahayakan diri maupun pengguna jalan.

Polri juga meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama ketika memasuki waktu malam hingga dini hari.

Selain itu, masyarakat dapat segera melaporkan kejadian yang membutuhkan bantuan kepolisian melalui layanan 110 Polri.

Patroli gabungan akan terus mengedepankan langkah preventif untuk mencegah gangguan kamtibmas sekaligus menjaga keamanan pengguna jalan di Jakarta Timur.