JAKARTA – TNI mengerahkan 8.126 personel untuk membantu penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Minggu (30/8/2026).
Pengerahan personel tersebut memasuki hari ke-16 penanganan gempa yang berdampak terhadap sejumlah wilayah di NTT.
Para personel TNI menjalankan berbagai tugas penanganan sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan kondisi di lapangan.
Selain mengerahkan personel, TNI juga terus mengirimkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Pada Minggu (30/8/2026), TNI menyalurkan 21,065 ton bantuan melalui jalur udara menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Distribusi melalui jalur udara menjadi salah satu dukungan TNI dalam mempercepat pengiriman bantuan kepada masyarakat terdampak.
Dengan tambahan distribusi tersebut, total bantuan yang TNI salurkan hingga hari ke-16 mencapai 1.011,756 ton.
Data tersebut menunjukkan keberlanjutan dukungan TNI dalam membantu masyarakat menghadapi dampak gempa bumi di NTT.
Sinergi Lintas Instansi
Dalam menjalankan penanganan bencana, TNI terus membangun koordinasi bersama pemerintah daerah dan sejumlah lembaga terkait.
TNI bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta unsur terkait lainnya.
Sinergi tersebut bertujuan memperkuat penanganan bencana sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan secara optimal.
“Personel melaksanakan berbagai tugas penanganan sesuai kebutuhan di lapangan,” demikian keterangan Pusat Penerangan TNI.
Selain menjalankan tugas penanganan, personel TNI turut mendukung proses distribusi bantuan kepada masyarakat di wilayah terdampak.
TNI juga terus menyesuaikan dukungan dengan kebutuhan penanganan bencana yang berkembang di lapangan.
Sementara itu, distribusi bantuan melalui udara tetap menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran penyaluran bantuan.
Pada hari ke-16, pesawat TNI AU mengangkut 21,065 ton bantuan untuk masyarakat terdampak gempa.
Selanjutnya, akumulasi bantuan yang TNI salurkan mencapai 1.011,756 ton sejak penanganan gempa berlangsung.
Fokus pada Pelayanan Masyarakat
TNI mengerahkan personel dan dukungan logistik sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi kondisi pascagempa.
Di sisi lain, koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait terus berlangsung untuk menjaga efektivitas penanganan.
TNI juga melibatkan berbagai unsur terkait agar kebutuhan masyarakat mendapat dukungan sesuai kondisi lapangan.
Langkah tersebut memperlihatkan pola penanganan yang mengutamakan koordinasi, distribusi bantuan, serta pelayanan kepada masyarakat terdampak.
Hingga Minggu (30/8/2026), TNI mencatat 8.126 personel telah terlibat dalam penanganan gempa bumi di NTT.
Pada waktu yang sama, TNI mencatat total distribusi bantuan mencapai 1.011,756 ton, termasuk 21,065 ton melalui jalur udara.
Puspen TNI menyampaikan perkembangan tersebut sebagai bagian dari laporan penanganan gempa NTT pada hari ke-16.
TNI bersama pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, dan unsur terkait akan terus memperkuat koordinasi selama penanganan bencana berlangsung.