Bekasi – Ide tersebut datang dari Ketua RW 018, Sujito (67), yang disampaikannya langsung kepada Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat pelaksanaan salat Jumat di Masjid Al Muhajirin.
Momen sederhana itu kemudian berbuah nyata. Usai salat Jumat, Sujito menyampaikan gagasan pembangunan UMKM sebagai wadah penguatan ekonomi warga RW 018. Gagasan tersebut langsung mendapat respons positif dari Wali Kota Bekasi.
“Saat itu Pak Wali sedang salat Jumat, saya beranikan diri bicara tentang ide membangun UMKM di RW 018,” ujar Sujito.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kota Bekasi menyerahkan enam unit kontainer yang kemudian dijadikan sebagai lokasi usaha UMKM warga. Enam kontainer tersebut ditempatkan di lapangan samping Kantor RW 018 Perumahan Pondok Pekayon Indah.
“Alhamdulillah, Pemrintah Kota Bekasi memberikan enam kontainer untuk meningkatkan ekonomi warga RW 018,” sambungnya.
Berkat dukungan tersebut, UMKM Perumahan PPI RW 018 resmi berdiri pada 5 Oktober. Pengelolaannya dilakukan secara kolektif oleh pengurus RW dengan melibatkan seluruh RT. Kontainer dibagi untuk masing-masing RT, sementara satu unit lainnya dimanfaatkan oleh TRC RW 018.
Keberadaan sentra UMKM ini langsung dimanfaatkan warga sebagai ruang usaha, khususnya di sektor kuliner dan berbagai produk rumahan yang dikelola masyarakat sekitar.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kecamatan Bekasi Selatan. Camat Bekasi Selatan, Karya Sukmajaya, S.AP., M.Si., menyatakan apresiasi atas inisiatif yang lahir dari lingkungan warga tersebut.
“Saya sangat mendukung UMKM di RW 018. Saya berharap UMKM ini terus berjalan, tumbuh, dan benar-benar meningkatkan ekonomi warga,” tutupnya
Lahirnya sentra UMKM RW 018 Perumahan Pondok Pekayon Indah menjadi bukti bahwa kolaborasi antara warga dan pemerintah mampu menghadirkan solusi nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat. Keberanian menyampaikan gagasan, ditopang respons cepat pemerintah, menjadikan ide sederhana berkembang menjadi gerakan ekonomi berbasis lingkungan yang berkelanjutan.