Jakarta, – Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Himpunan Keluarga Maluku Utara (HIKMU) Periode 2026–2031, Sabtu (22/8/2026) di Gedung Badan Riset dan Inovasi Nasional, Jakarta, menjadi momentum penting untuk memperkuat peran warga Maluku Utara di perantauan dalam mendukung pembangunan daerah asal.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Amiruddin Hasyim, S.T., menyampaikan harapannya agar kepengurusan HIKMU yang baru tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu menjadi fasilitator dan dinamisator dalam mendorong pemberdayaan masyarakat serta pengembangan ekonomi di Maluku Utara.
Dalam wawancara dengan awak media, Amiruddin mengungkapkan bahwa dirinya memiliki rencana untuk bertemu dengan ketua HIKMU yang baru guna membicarakan peluang kerja sama dan merintis berbagai usaha di wilayah Maluku Utara, khususnya Kota Ternate.
“Saya kebetulan ada rencana bertemu dengan ketua yang baru ini untuk merintis usaha-usaha di sana. Tentunya kita berharap HIKMU bisa menjadi fasilitator dalam menghubungkan berbagai kepentingan dan potensi yang ada,” ujar Amiruddin.
Menurutnya, Maluku Utara memiliki sumber daya alam yang sangat besar, mulai dari nikel hingga komoditas emas. Potensi tersebut harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui peningkatan kesempatan kerja, pemberdayaan pelaku usaha, serta peningkatan penerimaan daerah.
Ia menilai HIKMU memiliki posisi strategis untuk membangun komunikasi dan sinergi antara masyarakat Maluku Utara, pemerintah daerah, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Yang paling penting adalah bagaimana potensi yang ada di Maluku Utara dapat memberikan dampak bagi masyarakat. Bukan hanya soal sumber daya alam, tetapi bagaimana tenaga kerja lokal bisa diberdayakan dan masyarakat bisa ikut menikmati hasil pembangunan,” katanya.
Amiruddin juga berharap visi dan misi kepengurusan HIKMU periode 2026–2031 dapat diwujudkan melalui langkah-langkah konkret. Menurutnya, organisasi masyarakat seperti HIKMU dapat berperan sebagai jembatan sekaligus penggerak yang mempertemukan potensi daerah dengan peluang investasi dan usaha.
“Kalau saya menyebutnya sebagai fasilitator. HIKMU bisa menjadi penghubung, dinamisator, dan tempat mengalirnya berbagai gagasan serta kepentingan masyarakat Maluku Utara,” tuturnya.
Ia menambahkan, pembangunan Maluku Utara membutuhkan ikhtiar bersama. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat perantauan, pengusaha, tokoh masyarakat, akademisi, dan seluruh stakeholder perlu mengambil bagian dalam membangun daerah.
Dengan kepengurusan baru HIKMU periode 2026–2031, Amiruddin berharap organisasi tersebut mampu menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat serta membuka ruang lebih luas bagi kolaborasi ekonomi.
“Harapan saya, HIKMU ke depan benar-benar hadir sebagai bagian dari solusi. Potensi Maluku Utara sangat besar. Tinggal bagaimana kita memiliki visi, membangun kolaborasi, dan melakukan ikhtiar bersama agar potensi itu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya.