JAKARTA — Federasi Sepak Takraw Internasional (ISTAF) mempercayakan penyelenggaraan Piala Dunia Sepak Takraw 2027 kepada Indonesia melalui penyerahan sertifikat hak tuan rumah kepada Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2026).
Ketua Umum PB PSTI Prof. Dr. Suranto menerima sertifikat tersebut untuk menandai dimulainya persiapan kejuaraan yang akan berlangsung pada 24 Mei hingga 5 Juni 2027 di Jakarta.
Suranto menegaskan, PB PSTI akan mempercepat koordinasi dengan pemerintah, organisasi olahraga, pengelola arena, dan unsur keamanan guna memastikan kelancaran penyelenggaraan turnamen internasional tersebut.
“Dengan adanya sertifikat ini, kami akan berkoordinasi dengan stakeholder yang ada, yaitu Kemenpora, KOI, KONI, dan yang lainnya, sehingga kami bisa melaksanakan World Cup ini dengan lancar dan sukses,” ujar Suranto.
Selain mematangkan penyelenggaraan, PB PSTI membidik medali emas dengan memanfaatkan kesempatan bertanding di hadapan publik sendiri.
PB PSTI Percepat Persiapan Venue dan Pengamanan
Suranto mengatakan, waktu persiapan yang tersisa sekitar tujuh bulan menuntut koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Karena waktunya tersisa kurang lebih tujuh bulan, kami harus mempercepat rapat-rapat dengan semua pihak sehingga pelaksanaan World Cup ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses,” kata Suranto.
Sebagai langkah awal, PB PSTI telah berkoordinasi dengan pengelola Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, untuk menjajaki kesiapan arena pertandingan.
PB PSTI juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Selain itu, PB PSTI merencanakan komunikasi dengan Mabes Polri dan TNI untuk membahas kebutuhan pengamanan selama kejuaraan berlangsung.
Koordinasi lintas lembaga tersebut mencakup kesiapan lokasi, fasilitas, kepanitiaan, kebutuhan teknis, dan pengamanan. Namun, penyelenggara masih perlu mematangkan rincian operasional serta pembagian tanggung jawab setiap pihak.
ISTAF Perkirakan 500 Peserta Hadiri Kejuaraan
Sekretaris Jenderal ISTAF Datuk Halim Abdul Kadir memperkirakan sedikitnya 500 atlet, pelatih, dan manajer dari berbagai negara akan mengikuti Piala Dunia Sepak Takraw 2027 di Jakarta.
Selain peserta dan pendamping, hampir 80 personel teknis internasional akan mendukung pelaksanaan pertandingan. Ofisial teknis nasional Indonesia juga akan membantu operasional sesuai kebutuhan penyelenggara.
Halim mengapresiasi PB PSTI, khususnya Suranto, atas kesediaan Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan tersebut.
Ia berharap PB PSTI memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk membahas dukungan penyelenggaraan dan persiapan atlet nasional.
Halim juga mengharapkan KONI Pusat dan KOI mendukung kebutuhan kontingen Indonesia, terutama anggaran latihan menjelang kompetisi. Namun, informasi yang tersedia belum merinci besaran anggaran maupun bentuk dukungan setiap lembaga.
ISTAF Siapkan Wasit Indonesia untuk Kompetisi Internasional
ISTAF juga mendorong peningkatan kapasitas perangkat pertandingan nasional sebagai bagian dari persiapan Indonesia menjadi tuan rumah.
Halim mengatakan, ISTAF akan bekerja sama dengan PB PSTI untuk mengidentifikasi sedikitnya 25 wasit dan asisten wasit yang berpotensi mendukung kejuaraan di Jakarta.
Menurut Halim, para calon perangkat pertandingan tersebut telah menjalani pelatihan selama lima bulan terakhir. Kemampuan berbahasa Inggris juga menjadi perhatian agar mereka mampu berkomunikasi dalam lingkungan pertandingan internasional.
Sebagai bagian dari peningkatan pengalaman, ISTAF memutuskan mengirim enam wasit putra dan putri Indonesia untuk bertugas dalam kejuaraan sepak takraw di Manila, Filipina, pada November 2026.
Penugasan tersebut diharapkan meningkatkan pengalaman internasional para wasit sebelum mereka mendukung penyelenggaraan Piala Dunia Sepak Takraw 2027.
PB PSTI Bidik Emas, Siapkan 36 Atlet Nasional
Di bidang prestasi, PB PSTI merencanakan pengiriman 36 atlet yang terdiri atas 18 atlet putra dan 18 atlet putri untuk memperkuat Indonesia dalam kejuaraan dunia tersebut.
Suranto menegaskan, Indonesia harus memanfaatkan status tuan rumah untuk mengejar prestasi, bukan sekadar menyukseskan penyelenggaraan.
“Yang realistisnya, kami wajib mendapatkan emas. Apalagi kami sebagai tuan rumah, maka kami harus mendapatkan atlet yang potensial,” kata Suranto.
Untuk mendukung target tersebut, PB PSTI telah menggelar liga sepak takraw di lima zona guna memantau kemampuan pemain potensial.
PB PSTI selanjutnya menjadwalkan liga utama pada 26–30 November 2026 sebagai ajang evaluasi bagi pelatih dalam menilai performa atlet.
Hasil kompetisi domestik tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan komposisi tim nasional. PB PSTI juga merencanakan pemusatan latihan nasional mulai awal 2027 untuk meningkatkan kesiapan atlet.
Selain itu, PB PSTI merencanakan uji coba internasional, termasuk di Filipina pada November 2026. Tim pelatih akan mengevaluasi kemampuan pemain dan mematangkan strategi menghadapi lawan dari berbagai negara.
PB PSTI juga akan mempertimbangkan potensi atlet dari kompetisi domestik serta kerangka tim yang sebelumnya mengikuti Asian Games.
Persiapan Penyelenggaraan dan Prestasi Berjalan Beriringan
Penyerahan sertifikat hak tuan rumah oleh ISTAF pada 23 Oktober 2026 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mematangkan persiapan menuju Piala Dunia Sepak Takraw 2027.
Dengan jadwal pertandingan pada 24 Mei hingga 5 Juni 2027, PB PSTI perlu memastikan kesiapan arena, pengamanan, perangkat teknis, dukungan pembiayaan, dan atlet nasional.
Keberhasilan Indonesia tidak hanya bergantung pada kemampuan penyelenggara menggelar turnamen sesuai rencana, tetapi juga pada kesiapan atlet bersaing di tingkat internasional.
Melalui koordinasi lintas lembaga, peningkatan kapasitas perangkat pertandingan, kompetisi domestik, dan pemusatan latihan, PB PSTI menargetkan penyelenggaraan yang sukses sekaligus prestasi maksimal bagi Indonesia.