Jakarta, – Sugiono resmi memimpin Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) untuk masa bhakti 2026–2031. Kepemimpinan baru ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan prestasi pencak silat Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Pelantikan kepengurusan PB IPSI masa bhakti 2026–2031 menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi pencak silat Indonesia. Momentum tersebut sekaligus menegaskan komitmen untuk membangun pembinaan atlet yang lebih terarah, memperkuat sinergi antarperguruan silat, serta memperluas pengembangan pencak silat hingga ke tingkat dunia.

Dalam keterangannya, Sugiono menyampaikan bahwa amanah memimpin PB IPSI bukan sekadar tanggung jawab organisasi, tetapi juga bagian dari upaya bersama untuk menjaga marwah pencak silat sebagai warisan budaya bangsa sekaligus cabang olahraga yang mampu mengharumkan nama Indonesia.

Menurut Sugiono, penguatan persatuan menjadi salah satu kunci utama dalam membangun masa depan pencak silat Indonesia. PB IPSI akan terus mendorong kolaborasi dengan seluruh perguruan pencak silat, pengurus daerah, pelatih, wasit-juri, atlet, serta berbagai pemangku kepentingan.

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan atlet secara berkelanjutan agar Indonesia mampu melahirkan generasi pesilat yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter, disiplin, sportivitas dan semangat kebangsaan.

Kepengurusan PB IPSI periode 2026–2031 diharapkan mampu menghadirkan program-program strategis yang menjawab tantangan perkembangan olahraga modern, tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai luhur pencak silat.

Selain peningkatan prestasi, pengembangan pencak silat di tingkat internasional juga menjadi agenda penting. Dengan dukungan seluruh elemen pencak silat nasional, PB IPSI di bawah kepemimpinan Sugiono diharapkan semakin aktif memperkenalkan pencak silat kepada masyarakat dunia.

“Kami ingin pencak silat semakin maju, semakin berprestasi, dan semakin dikenal di dunia. Ini membutuhkan persatuan dan kerja bersama seluruh keluarga besar pencak silat Indonesia.”

Dengan dimulainya masa bhakti 2026–2031, PB IPSI diharapkan mampu menjadi rumah besar bagi seluruh perguruan pencak silat Indonesia sekaligus menjadi motor penggerak menuju prestasi yang lebih tinggi.

Persatuan perguruan, pembinaan berkelanjutan, dan prestasi dunia menjadi semangat baru PB IPSI untuk membawa pencak silat Indonesia semakin mendunia.