Jakarta, – Kehadiran perusahaan-perusahaan asal China di pasar Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya peluang kerja sama bisnis dan teknologi. Namun, memasuki pasar Indonesia tidak cukup hanya dengan menghadirkan produk dan layanan, tetapi juga membutuhkan strategi kehadiran digital agar perusahaan lebih mudah dikenal dan dipahami oleh masyarakat Indonesia, (21/9/2026).

Hal tersebut disampaikan David Ashari, Manager CMLABS, dalam wawancara bersama awak media pada kegiatan Indonesia-China Digital City & Security Technology Application Forum. Ia menjelaskan bahwa perusahaan digital memiliki peran dalam membantu perusahaan-perusahaan China membangun digital presence yang kuat di Indonesia.

“Pada dasarnya kami adalah perusahaan digital yang membantu perusahaan-perusahaan dari China yang ingin datang ke Indonesia agar perusahaan mereka lebih dikenal secara digital di Indonesia,” ujar David.

Menurutnya, pola masyarakat Indonesia dalam mencari informasi telah mengalami perubahan. Mesin pencari seperti Google masih menjadi salah satu rujukan utama, sementara perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) juga mulai memengaruhi cara masyarakat memperoleh informasi.

“Ketika orang Indonesia mencari suatu informasi, mereka biasanya mengarah ke mesin pencari, bisa Google atau sekarang mungkin bertanya kepada AI. Posisi kami adalah membantu perusahaan China yang ingin masuk ke Indonesia untuk membangun digital presence di Indonesia,” jelasnya.

Dengan strategi tersebut, masyarakat Indonesia diharapkan dapat memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai perusahaan asal China, termasuk produk, layanan, serta solusi yang mereka tawarkan untuk pasar Indonesia.

Dorong Pemanfaatan AI dengan Tetap Memperhatikan Keamanan

David juga menyoroti pentingnya aspek keamanan di tengah semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital dan AI. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diikuti dengan pemahaman terhadap risiko, khususnya berkaitan dengan keamanan data dan arsitektur sistem.

“Harapannya dengan adanya forum ini juga membuka pemahaman bagaimana AI bisa membantu kita. Tetapi ada satu sisi yang harus diperhatikan, yaitu bagaimana kita meminimalisir risiko ketika menggunakan AI, misalnya terkait data security dan arsitekturnya seperti apa,” ungkapnya.

Ia menilai diskusi mengenai keamanan menjadi semakin penting karena perusahaan dan masyarakat kini semakin bergantung pada berbagai platform digital untuk berkomunikasi, menyimpan data, serta menjalankan aktivitas bisnis.

Karena itu, menurut David, penerapan teknologi tidak semestinya hanya berorientasi pada kecanggihan solusi, tetapi juga harus mempertimbangkan keamanan dan kebutuhan pengguna.

Pahami Kebutuhan Sebelum Memilih Teknologi

Lebih lanjut, David menekankan bahwa pemilihan solusi teknologi harus dimulai dengan memahami kebutuhan perusahaan. Hal tersebut penting agar teknologi yang digunakan benar-benar mampu menjawab persoalan yang dihadapi.

“Sebetulnya area desainnya cukup luas. Kita harus tahu dulu kebutuhannya ada di mana, kemudian bagaimana kita mengkoneksikan atau berpartner dengan perusahaan di luar Indonesia,” katanya.

Dalam forum tersebut, berbagai perusahaan asal China turut memperkenalkan solusi teknologi yang mereka tawarkan, mulai dari AI, AI Vision, cloud, hingga solusi keamanan digital.

David menilai keberagaman teknologi tersebut membuka peluang kolaborasi yang semakin luas antara perusahaan Indonesia dan perusahaan teknologi dari China. Namun, kolaborasi harus diawali dengan pemetaan kebutuhan yang jelas.

“Kita harus tahu dulu kebutuhan kita apa. Kalau kita tidak tahu kebutuhan kita apa, kemudian tiba-tiba mencari solusi, otomatis solusinya tidak akan bisa menjawab kebutuhan kita,” tegasnya.

Menurut David, pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci agar transformasi digital tidak sekadar mengikuti tren teknologi, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi perusahaan dan masyarakat.

Melalui forum Indonesia-China Digital City & Security Technology Application Forum, ia berharap semakin terbuka ruang kolaborasi antara perusahaan Indonesia dan China dalam pengembangan teknologi digital, AI, cloud computing, serta keamanan siber.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan-perusahaan China memahami karakter pasar Indonesia sekaligus memberikan kesempatan bagi perusahaan Indonesia untuk mengakses berbagai solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan mereka.