Jakarta, 27 Juli 2026 – Semangat membangun kawasan perbatasan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi terus menguat dalam Kunci Bersama Summit 2026 yang mengusung tema “Sinergi Lintas Batas Membangun Ekosistem dan Kemajuan Kawasan Perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah Menuju Indonesia Emas 2045.”
Momentum strategis ini menjadi wadah kolaborasi antar daerah untuk mempercepat pembangunan, memperkuat konektivitas, serta membuka peluang investasi yang berkelanjutan di kawasan perbatasan.
Dalam wawancara dengan awak media, Agung Suryamal Sutisna, Wakil Ketua Umum (WKU) Wilayah yang membawahi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, menyampaikan komitmennya untuk mengakselerasi investasi melalui Forum Investasi Kunci Bersama yang saat ini melibatkan 10 kabupaten/kota.
Menurut Agung, amanah yang diberikan kepadanya sebagai ketua forum merupakan tanggung jawab besar untuk memastikan potensi daerah dapat berkembang melalui investasi yang lebih mudah, cepat, dan terintegrasi.
“Saya dipercaya menjadi ketua Forum Investasi Kunci Bersama. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi saya bagaimana mendorong percepatan investasi di daerah-daerah tersebut. Selama ini masih banyak kendala, mulai dari regulasi, aspek hukum, hingga prosedur yang perlu dibenahi agar investasi dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Ia menilai konektivitas antarwilayah merupakan kunci utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata. Dengan sinergi lintas batas, kawasan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah diyakini mampu menjadi pusat ekonomi baru yang saling menguatkan.
Agung juga menyoroti besarnya potensi Jawa Barat sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 52 juta jiwa, Jawa Barat memiliki kekuatan besar sebagai pusat produksi sekaligus pasar yang sangat potensial.
“Jawa Barat memiliki kekuatan ekonomi yang luar biasa. Kawasan industrinya sangat besar, didukung jumlah penduduk yang tinggi sebagai konsumen sekaligus tenaga kerja. Potensi ini harus dihubungkan dengan wilayah-wilayah lain melalui Kunci Bersama agar tercipta pertumbuhan ekonomi yang saling mendukung,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap Forum Kunci Bersama mampu menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi kawasan, melahirkan berbagai peluang usaha baru, meningkatkan daya saing daerah, serta menarik lebih banyak investor untuk masuk ke wilayah perbatasan.
Sebagai langkah awal, Agung menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan inventarisasi berbagai potensi unggulan di setiap daerah untuk menentukan sektor-sektor prioritas yang layak dikembangkan dan dipromosikan kepada investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Kami akan memetakan seluruh potensi daerah dan menentukan prioritas investasi yang benar-benar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Harapannya, Kunci Bersama menjadi penggerak percepatan pembangunan sekaligus memperkuat daya saing kawasan menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Agung.
Melalui Kunci Bersama Summit 2026, sinergi lintas batas diharapkan tidak hanya mempererat kerja sama antardaerah, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya ekosistem investasi yang sehat, inovatif, dan berkelanjutan, sehingga kawasan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah mampu tumbuh sebagai salah satu pusat ekonomi strategis nasional.