Kota Bekasi — Semangat persatuan, toleransi, dan kebangsaan kembali digaungkan dalam kegiatan Dialog Kebangsaan Tokoh & Pemuda Lintas Agama Dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045 yang digelar di Hotel Grand Arsyilla, Kota Bekasi, Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan berbagai tokoh agama, pemuda lintas agama, unsur pemerintah, hingga elemen masyarakat sebagai bentuk komitmen bersama menjaga harmoni dan persatuan bangsa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Bekasi H. Abdul Manan, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Bekasi Drs. KH. Syafruddin Siroj, Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, perwakilan Kesbangpol Kota Bekasi Ibu Marwah, serta tokoh umat beragama dan perwakilan pemuda lintas agama di Kota Bekasi.
Acara berlangsung hangat dan penuh semangat kebangsaan dengan menekankan pentingnya menjaga kerukunan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memanfaatkan perkembangan teknologi informasi demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutannya, Ketua FKUB Kota Bekasi H. Abdul Manan menyampaikan rasa syukur atas kondisi Kota Bekasi yang hingga Mei 2026 tetap aman, damai, dan harmonis. Menurutnya, suasana kondusif tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat, termasuk peran aktif generasi muda dalam menjaga kerukunan.
“Alhamdulillah, sampai bulan Mei tahun 2026 ini Kota Bekasi masih aman dan damai. Semua ini tentunya berkat kerja sama yang baik dari bapak ibu sekalian, termasuk anak-anakku yang aktif dalam kegiatan FKUB sehingga kerukunan, toleransi, dan harmoni bisa terjaga dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya komunikasi dan koordinasi di tingkat masyarakat untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Apabila ada persoalan di lapangan, kiranya segera berkomunikasi dan berinteraksi dengan RW, RT, lurah, maupun camat agar persoalan tersebut tidak berkembang,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris FKUB Kota Bekasi Syafrudin, SE. dalam wawancara dengan awak media mengapresiasi terselenggaranya dialog kebangsaan tersebut yang juga menghadirkan Gugun Gumilar sebagai staf ahli di bidang teknologi informasi.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi harus mampu dimanfaatkan secara positif oleh generasi muda untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat sektor UMKM di era digital.
“Semoga pengetahuan tentang IT bisa dimanfaatkan oleh generasi muda dalam rangka menyongsong Indonesia Emas dengan peningkatan SDM yang berkualitas serta UMKM yang mampu beraktivitas memproduksi dan memasarkan produk melalui IT,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa potensi UMKM yang luas dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang kerja baru bagi generasi muda.
“Dengan produk UMKM yang begitu luas, tentu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan. Mudah-mudahan acara seperti ini dapat terus dilanjutkan di bulan-bulan berikutnya sebagaimana harapan para tokoh,” pungkasnya.
Dialog kebangsaan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan kolaborasi lintas agama demi menciptakan generasi muda yang berkualitas, inovatif, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
