Bekasi – Kekeliruan informasi membuat awak media kecewa saat mencoba mengonfirmasi kegiatan Kabid PPPLH & PH Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Rabu (26/11/2025). Awal cerita bermula ketika wartawan menanyakan hasil uji laboratorium terkait dugaan pencemaran di Bojong Menteng.

Sesampainya di kantor DLH, awak media diarahkan ke bagian Humas. Namun, alih-alih mendapat jawaban jelas, wartawan justru menerima informasi yang membingungkan. Seorang pegawai di meja depan menyebut, “Maaf pak, Pak Andi baru saja keluar,” dan kemudian menambahkan, “Bapak lagi ada kegiatan di Kelurahan Sepanjang Jaya, pak.”

Humas pun menyerahkan nomor kontak salah satu staf DLH, Fika, sembari menyarankan agar awak media menghubunginya untuk informasi lebih lanjut. Berdasarkan arahan tersebut, wartawan langsung menuju Kelurahan Sepanjang Jaya. Namun fakta mengejutkan menanti: di lokasi, tidak ada kegiatan DLH sama sekali.

Lurah Sepanjang Jaya, Djunaidi, menyambut awak media dengan ekspresi terkejut. “Eh, ada apa? Tumben!” ujarnya. Djunaidi menegaskan bahwa pada hari itu tidak ada agenda resmi yang melibatkan DLH, sehingga informasi sebelumnya ternyata keliru.

Meski kecewa, awak media tidak berhenti berusaha. Kontak dengan staf DLH, Fika, akhirnya menjelaskan melalui WhatsApp bahwa wawancara dengan Kabid PPPLH & PH dijadwalkan pada hari Jumat, dan mengakui adanya kesalahan informasi yang disampaikan oleh Humas DLH.

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius tentang akurasi informasi yang disampaikan institusi pemerintah kepada media. Kesalahan komunikasi seperti ini tidak hanya membingungkan wartawan, tetapi juga berpotensi mengurangi kepercayaan publik terhadap transparansi dan kinerja DLH.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa koordinasi internal dan kejelasan informasi publik adalah kunci agar instansi pemerintah tetap dipercaya masyarakat, khususnya ketika menangani isu sensitif seperti lingkungan dan kesehatan warga.