BANDUNG – PTPN IV PalmCo meraih tiga penghargaan pada ajang Town Hall Meeting One PTPN Group 2026 yang diselenggarakan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) di Padma Hotel Bandung, Kamis pekan lalu. Capaian tersebut mencerminkan penguatan tata kelola perusahaan melalui manajemen risiko, percepatan eksekusi program strategis, dan efisiensi operasional.
PalmCo menjadi salah satu entitas dengan pencapaian terbanyak dalam ajang tersebut.
Perusahaan memboyong tiga dari tujuh kategori penghargaan yang diperebutkan seluruh entitas di lingkungan PTPN Group.
Ketiga penghargaan itu meliputi Excellence in Risk Management, Excellence in Execution Speed, dan Excellence in Cost Effectiveness.
Holding PTPN III (Persero) melakukan penilaian berdasarkan indikator kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya.
Tim penilai juga membandingkan data kinerja setiap entitas dan melaksanakan verifikasi faktual untuk memastikan objektivitas hasil penilaian.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menilai penghargaan tersebut lahir dari proses transformasi tata kelola yang terus dijalankan perusahaan.
“Ketiga penghargaan ini merupakan representasi dedikasi dan kerja keras seluruh elemen PTPN IV PalmCo. Prestasi ini menunjukkan sistem manajerial perusahaan berjalan solid dan mampu menciptakan nilai tambah di seluruh lini operasional,” ujar Jatmiko K. Santosa, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh insan PalmCo untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan perusahaan.
Tata Kelola Menjadi Fondasi Kinerja
Penghargaan Excellence in Risk Management lahir dari keberhasilan PalmCo mengelola risiko perusahaan secara terukur dan berkelanjutan.
Penilaian mencakup capaian risiko residual, Key Risk Indicator (KRI), kualitas penerapan manajemen risiko, hingga Risk Maturity Index (RMI).
Sementara itu, penghargaan Excellence in Execution Speed mencerminkan kemampuan perusahaan mengeksekusi program strategis secara efektif.
Holding menilai kategori tersebut berdasarkan rata-rata realisasi pelaksanaan program sepanjang tahun 2025.
PalmCo juga meraih penghargaan Excellence in Cost Effectiveness berkat peningkatan efisiensi operasional perusahaan.
Penilaian kategori tersebut mengacu pada pertumbuhan rata-rata EBITDA Margin selama periode 2024 hingga 2025.
Indikator tersebut menggambarkan kemampuan perusahaan mengendalikan biaya tanpa mengurangi efektivitas operasional.
Jatmiko menegaskan ketiga aspek tersebut saling melengkapi dalam memperkuat daya saing perusahaan.
“Kecepatan mengeksekusi program strategis harus diimbangi disiplin mengelola risiko dan pengendalian biaya. Kombinasi ketiganya menjadi fondasi perusahaan untuk menjaga kinerja sekaligus memperkuat tata kelola,” katanya.
Perkuat Kinerja Berkelanjutan
Keberhasilan tersebut melengkapi capaian kinerja keuangan PalmCo pada semester pertama 2026.
Hingga akhir Juni 2026, PalmCo membukukan laba bersih sebesar Rp3,23 triliun.
Capaian tersebut memperlihatkan keberlanjutan profitabilitas perusahaan di tengah dinamika industri perkebunan nasional maupun global.
Meski demikian, manajemen menegaskan perusahaan tidak akan berhenti pada pencapaian tersebut.
PalmCo akan terus memperkuat evaluasi internal, mempercepat inovasi, dan meningkatkan kolaborasi di seluruh lini usaha.
Langkah tersebut bertujuan menjaga daya saing perusahaan sekaligus menjawab tantangan perubahan pasar yang semakin dinamis.
Jatmiko juga menegaskan PalmCo akan terus mendukung agenda transformasi Holding Perkebunan Nusantara.
“Kami akan terus melakukan evaluasi, mendorong inovasi, dan memperkuat kolaborasi agar perusahaan tetap mampu memberikan kontribusi terhadap target One Purpose PTPN Group, termasuk dalam mendukung ketahanan pangan, energi, dan pengembangan hilirisasi nasional,” tegasnya.
Melalui penguatan tata kelola, percepatan pelaksanaan program strategis, pengelolaan risiko yang disiplin, serta efisiensi operasional yang berkelanjutan, PTPN IV PalmCo menargetkan peningkatan daya saing perusahaan sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pembangunan sektor perkebunan nasional, ketahanan pangan, ketahanan energi, dan agenda hilirisasi Indonesia.