BEKASI – Forum Mahasiswa Bekasi (FORMABES) menyoroti polemik internal yang terjadi di lingkungan Perumda Tirta Bhagasasi menyusul munculnya aksi mosi tidak percaya terhadap Direktur Umum serta beredarnya petisi yang ditandatangani sejumlah pegawai.

Wakil Ketua Bidang Investigasi FORMABES, Hendriyanto, meminta manajemen segera menyikapi persoalan tersebut secara profesional agar tidak berdampak pada kondusivitas lingkungan kerja maupun kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Menurut Hendriyanto, dinamika yang berkembang di internal perusahaan memunculkan sejumlah pertanyaan yang perlu dijelaskan secara terbuka.

“Melihat dinamika yang berkembang hari ini, semua mata tertuju pada Perumda Tirta Bhagasasi atas aksi mosi tidak percaya terhadap Direktur Umum serta adanya petisi yang ditandatangani oleh pegawai.

Lalu pertanyaannya, apakah para pegawai sepenuhnya memahami tindakan yang mereka lakukan? Apakah ini merupakan gerakan yang murni atau memang ada conflict of interest?” ujarnya kepada wartawan, Jumat (24/7).

Ia menilai, apabila terdapat dugaan tekanan atau keterlibatan pihak tertentu dalam proses pengumpulan dukungan terhadap mosi tidak percaya tersebut, maka hal itu perlu ditelusuri melalui mekanisme internal perusahaan secara objektif.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi psikologis pegawai dan mengganggu fokus perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Hal ini justru menciptakan suasana lingkungan kerja yang tidak kondusif, sehingga pelayanan dan psikologis karyawan dapat terganggu dan berpotensi memicu gejolak yang berkepanjangan.

Karena itu, perlu diungkap apabila memang ada pihak-pihak yang terlibat dalam pengerahan pegawai saat penandatanganan mosi tidak percaya,” katanya.

Minta Evaluasi MenyeluruhFORMABES mendorong manajemen Perumda Tirta Bhagasasi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap persoalan internal sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

Hendriyanto menegaskan, kepentingan perusahaan serta pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama di tengah dinamika yang terjadi.”Saya berharap persoalan ini bisa segera terselesaikan.

Manajemen Perumda Tirta Bhagasasi harus segera berbenah demi terciptanya pelayanan yang optimal bagi masyarakat Kabupaten Bekasi,” tegasnya.

Selain menyoroti polemik internal, FORMABES juga meminta perhatian terhadap sejumlah persoalan lain yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah perusahaan.

Salah satunya terkait dugaan adanya sambungan langganan (SL) ilegal atau sambungan yang tidak tercatat secara resmi.Menurut Hendriyanto, apabila dugaan tersebut benar, maka perlu dilakukan penelusuran dan pembenahan secara serius karena berpotensi memengaruhi pendapatan serta tata kelola perusahaan.

FORMABES berharap setiap dugaan pelanggaran ditindaklanjuti melalui mekanisme pemeriksaan yang objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga situasi internal perusahaan tidak semakin memanas.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Diksiber.id masih berupaya menghubungi manajemen Perumda Tirta Bhagasasi untuk memperoleh konfirmasi dan hak jawab atas pernyataan yang disampaikan FORMABES.

Berita ini akan diperbarui setelah redaksi memperoleh tanggapan resmi dari pihak Perumda Tirta Bhagasasi sebagai bagian dari penerapan prinsip keberimbangan, akurasi, dan kode etik jurnalistik.