Jakarta, – Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) turut ambil bagian dalam ajang Smart AGRI Technology, AgroChemical, Palm & Sugar Plantation and Food Manufacturing, pada hari Selasa (28/7/2029) Kemayoran , sebagai upaya memperkuat sosialisasi organisasi sekaligus mendorong transformasi industri penggilingan padi nasional melalui penerapan teknologi modern dan peningkatan efisiensi.

Sekretaris Jenderal PERPADI, Burhanuddin, menjelaskan bahwa keikutsertaan PERPADI dalam pameran ini bertujuan memperkenalkan peran organisasi kepada masyarakat luas, termasuk para pelaku usaha penggilingan padi yang belum seluruhnya mengenal keberadaan maupun fungsi PERPADI.

“Melalui pameran ini kami ingin semakin banyak pelaku usaha penggilingan padi mengetahui bahwa PERPADI hadir sebagai wadah pembinaan, pengembangan usaha, serta mitra pemerintah dalam memperkuat sektor perberasan nasional,” ujar Burhanuddin saat diwawancarai awak media.

Menurutnya, saat ini Indonesia memiliki sekitar 150 an ribu unit penggilingan padi, jumlah yang dinilai telah melebihi kapasitas produksi gabah nasional. Kondisi tersebut menyebabkan persaingan memperoleh bahan baku semakin ketat dan berdampak terhadap kenaikan harga gabah maupun beras.

“Jumlah penggilingan padi sangat banyak, sementara produksi gabah belum mampu mengimbanginya. Akibatnya terjadi persaingan mendapatkan gabah yang pada akhirnya ikut memengaruhi harga beras di pasaran,” jelasnya.

Burhanuddin menegaskan, peningkatan produksi gabah nasional menjadi langkah strategis yang harus terus didorong pemerintah agar industri penggilingan padi dapat beroperasi secara optimal dan efisien.

Selain itu, PERPADI saat ini tengah menjalankan program revitalisasi penggilingan padi, salah satunya melalui migrasi penggunaan energi dari mesin berbahan bakar solar menuju tenaga listrik.

“Peralihan ke listrik mampu menekan biaya operasional hingga sekitar 50 persen. Efisiensi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing usaha penggilingan padi sekaligus membantu menjaga stabilitas harga beras,” ungkapnya.

Tidak hanya pada aspek energi, PERPADI juga mendorong modernisasi mesin produksi agar lebih efisien serta memperbaiki tata kelola manajemen usaha, mulai dari pencatatan administrasi, pelaporan keuangan, hingga kepatuhan terhadap regulasi perpajakan.

Di bidang lingkungan, PERPADI juga mengembangkan program pengurangan emisi karbon melalui pemanfaatan limbah sekam padi menjadi produk bernilai ekonomi. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung industri penggilingan padi yang lebih ramah lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi para pelaku usaha.
Burhanuddin menambahkan, pada prinsipnya seluruh penggilingan padi di Indonesia merupakan bagian dari ekosistem yang perlu dibina, baik yang telah terdaftar sebagai anggota maupun yang belum bergabung secara administratif.

“Kami ingin seluruh penggilingan padi mendapatkan pembinaan, pendampingan, serta akses terhadap teknologi agar mampu berkembang dan memberikan kontribusi bagi ketahanan pangan nasional,” katanya.
Sementara itu, di tempat yang sama, Syamsul, Ketua DPD PERPADI Kepulauan Riau, menyampaikan bahwa pameran Smart AGRI Technology menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan dunia industri dalam mempercepat modernisasi sektor penggilingan padi.

Ia berharap inovasi teknologi yang ditampilkan dalam pameran tersebut dapat diadopsi oleh para pelaku usaha di berbagai daerah sehingga tercipta industri penggilingan padi yang lebih modern, efisien, berdaya saing, dan mampu mendukung terwujudnya ketahanan pangan Indonesia secara berkelanjutan.