Jakarta – PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Public Expose 2026 di Gedung Cyber Kuningan Jakarta pada hari Kamis, 30 Juli 2026.
PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM) menyiapkan belanja modal Rp130 miliar, memperkuat bisnis ayam petelur, dan membidik pasar katering tambang. Informasi lengkap mengenai PT Janu Putra Sejahtera Tbk dapat diakses melalui saluran resminya.
Rencana dan Kinerja BisnisBelanja Modal (Capex): Mengalokasikan dana sebesar Rp130 miliar pada tahun 2026 untuk ekspansi bisnis.Fasilitas Baru: Merencanakan pembangunan hatchery atau penetasan di Kulon Progo, Yogyakarta untuk efisiensi pembibitan.
Target Pasar Baru:
Membidik kebutuhan konsumsi katering di kawasan pertambangan di tengah optimisme program makan bergizi gratis.
Dalam keterbukaan informasi kamis (30/7/2026), Direktur Utama Janu Putra, Sri Mulyani, menyampaikan perseroan memperoleh pernyataan efektif IPO pada 30 November 2023 dengan nilai Rp80 miliar.
Setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp4,28 miliar, dana bersih yang diterima perseroan sebesar Rp75,71 miliar.
Rincian Penggunaan Dana IPO:
- Rp40,63 miliar Untuk pembelian beberapa bidang tanah di Desa Ngawis, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
- Rp15,52 miliar Untuk pembelian tanah di Desa Tuksono, Kabupaten Kulonprogo, DIY dan pembangunan fasilitas Hatchery baru.
- Rp11,53 miliar Untuk pelunasan utang usaha.
- Rp8,03 miliar Untuk modal kerja.
Dengan realisasi tersebut, maka total dana IPO sebesar Rp75,71 miliar telah digunakan seluruhnya sesuai rencana.
Fokus Ekspansi Bisnis Peternakan & RPH
Dana IPO diarahkan untuk memperkuat kapasitas produksi AYAM di sektor peternakan dan rumah potong ayam. Pembelian lahan di Gunungkidul dan Kulonprogo serta pembangunan hatchery baru diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas produksi DOC dan efisiensi operasional perseroan ke depan.
Hingga 31 Desember 2025, seluruh alokasi dana IPO telah terealisasi dan tidak ada sisa