Jakarta, – Semangat kebangkitan koperasi di kalangan generasi muda kembali bergema melalui Jambore Koperasi Mahasiswa Nasional (JAMKOPNAS) 2026 yang diselenggarakan pada hari Selasa (4/8/2026) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Mengusung tema “Seed of Change: Youth Cooperatives Cultivating Culture, Nature, and Community for a Sustainable Future”, kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperkuat kolaborasi, inovasi, serta kepemimpinan dalam gerakan koperasi menuju masa depan yang berkelanjutan.

JAMKOPNAS 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarmahasiswa, tetapi juga menjadi wadah bertemunya gagasan, pengalaman, serta semangat kebersamaan yang diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang siap mengambil peran dalam membangun ekonomi Indonesia berbasis nilai-nilai koperasi.

Dalam wawancara bersama awak media, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa penyelenggaraan JAMKOPNAS 2026 memiliki makna yang sangat strategis di tengah arah baru kebijakan ekonomi nasional yang kembali menempatkan koperasi sebagai salah satu pilar utama pembangunan.

Menurutnya, penyelenggaraan JAMKOPNAS di Jakarta menjadi momentum penting untuk menyambut kebijakan ekonomi Indonesia yang memberikan perhatian lebih besar terhadap penguatan koperasi sebagai penggerak kesejahteraan masyarakat.

“JAMKOPNAS 2026 menjadi momentum untuk menyambut arah baru kebijakan ekonomi Indonesia yang kembali menghidupkan nilai dan arti penting koperasi dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, kegiatan ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar perlombaan.

Ini adalah ruang pembelajaran, penguatan karakter, sekaligus membangun jaringan antarmahasiswa koperasi dari seluruh Indonesia,” ujar Prof. Ali Munhanif.

Ia menjelaskan bahwa koperasi merupakan salah satu gagasan ekonomi yang telah lama menjadi fondasi pembangunan bangsa sebagaimana dicita-citakan para pendiri negara.

Oleh sebab itu, mahasiswa harus menjadi bagian dari regenerasi yang mampu mengembangkan koperasi dengan pendekatan yang lebih inovatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Prof. Ali juga mengapresiasi konsep kegiatan JAMKOPNAS yang tidak hanya menghadirkan kompetisi akademik, tetapi juga dipadukan dengan seminar, kegiatan kebudayaan, outbound, perjalanan edukatif, hingga aktivitas yang memperkuat solidaritas antarkoperasi mahasiswa.

“Kegiatan seperti ini menjadi langkah kecil yang memiliki dampak besar dalam menanamkan kesadaran kepada masyarakat bahwa koperasi merupakan organisasi ekonomi yang dibangun dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk kesejahteraan masyarakat. Nilai gotong royong inilah yang harus terus dijaga,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa koperasi mahasiswa merupakan laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk belajar menjalankan usaha secara profesional.

Kampus, kata dia, memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kewirausahaan, kepemimpinan organisasi, hingga manajemen usaha yang kelak menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja maupun membangun usaha sendiri.

“Melalui Kopma, mahasiswa tidak hanya belajar berorganisasi, tetapi juga belajar mengelola usaha, memahami manajemen, membangun jiwa kewirausahaan, dan menghadapi tantangan ekonomi setelah lulus kuliah. Bekal inilah yang menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menciptakan kemandirian ekonomi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana JAMKOPNAS 2026, Mesiali Azria, menyampaikan rasa syukur karena UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jambore Koperasi Mahasiswa Nasional tahun ini. Kepercayaan tersebut tidak lepas dari prestasi yang diraih kontingen UIN Jakarta sebagai Juara Umum JAMKOPNAS 2025.

“Alhamdulillah, tahun lalu kami berhasil menjadi juara umum JAMKOPNAS 2025. Berkat capaian tersebut, tahun ini UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mendapatkan amanah menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jambore Koperasi Mahasiswa Nasional 2026,” ujar Mesiali Azria.

Ia menjelaskan bahwa JAMKOPNAS 2026 diikuti sekitar 165 peserta yang berasal dari 35 delegasi koperasi mahasiswa berbagai kabupaten, kota, dan provinsi di Indonesia. Kehadiran peserta dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa semangat berkoperasi di kalangan mahasiswa terus berkembang dan semakin kuat.

Menurut Mesiali, selama pelaksanaan jambore para peserta akan mengikuti berbagai agenda yang dirancang untuk mengasah kemampuan akademik, kepemimpinan, kreativitas, serta mempererat hubungan antarkoperasi mahasiswa.

Rangkaian kegiatan meliputi lima cabang perlombaan, kompetisi esai, Business Plan Competition, Lomba Cerdas Cermat (LCC), debat, pemilihan Duta Koperasi Mahasiswa yang dikemas dengan konsep “Abang None Kopma”, seminar, networking, hingga malam penganugerahan pada acara penutupan.

“Hari ini kami memulai dengan Grand Opening, kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan seperti LCC, Business Plan, dan Essay.

Hari berikutnya akan berlangsung babak semifinal debat dan LCC. Pada puncak acara nanti akan digelar Grand Closing, gala dinner, sekaligus malam penganugerahan bagi para pemenang dan Duta Koperasi Mahasiswa Nasional,” jelasnya.

Mesiali berharap JAMKOPNAS 2026 mampu melahirkan kader-kader koperasi mahasiswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis, inovatif, serta siap menjadi agen perubahan dalam membangun ekonomi Indonesia yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Mengusung tema “Seed of Change: Youth Cooperatives Cultivating Culture, Nature, and Community for a Sustainable Future”, JAMKOPNAS 2026 diharapkan menjadi titik awal lahirnya gerakan koperasi mahasiswa yang semakin modern tanpa meninggalkan nilai-nilai gotong royong sebagai identitas bangsa.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, koperasi mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan, Jambore Koperasi Mahasiswa Nasional 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan, kepemimpinan, serta komitmen membangun perekonomian nasional melalui gerakan koperasi yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan.