Halmahera Timur – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 1505/Tidore memperkuat program ketahanan pangan dengan menanam jagung dan kacang tanah bersama masyarakat di Desa Foli, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Kamis (6/8/2026). Kegiatan itu melengkapi berbagai sasaran fisik TMMD sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian masyarakat.
Satgas TMMD melaksanakan penanaman sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan desa. Program tersebut mendorong masyarakat memanfaatkan lahan produktif sehingga mampu menghasilkan komoditas pertanian yang bernilai ekonomi.
Personel Satgas bersama warga mengolah lahan, menanam benih, dan menyiapkan area pertanian secara gotong royong. Kebersamaan itu memperlihatkan sinergi yang kuat dalam mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.
Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 1505/Tidore, Letkol Inf Wahyu Widya Sasono, menegaskan bahwa program ketahanan pangan menjadi bagian penting dari pengabdian TNI kepada masyarakat.
“Melalui penanaman jagung dan kacang tanah ini, kami berharap masyarakat memperoleh manfaat nyata sekaligus semakin termotivasi mengelola lahan pertanian secara produktif,” kata Wahyu.
Menurutnya, TMMD tidak hanya membangun infrastruktur desa, tetapi juga memperkuat sektor pertanian sebagai penyangga perekonomian masyarakat. Karena itu, Satgas terus mengembangkan kegiatan yang mampu memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan warga.
Sinergi TNI dan Warga Dukung Kemandirian Pangan
Program penanaman jagung dan kacang tanah memperlihatkan komitmen Satgas TMMD dalam menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Ketahanan pangan menjadi salah satu fondasi penting untuk menciptakan desa yang mandiri dan berdaya saing.
Warga Desa Foli berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Mereka bekerja bersama personel Satgas mulai dari menyiapkan lahan hingga menanam benih, sehingga seluruh proses berjalan lancar dan sesuai rencana.
Kolaborasi tersebut sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Semangat gotong royong yang tumbuh selama pelaksanaan TMMD menjadi modal sosial dalam menjaga keberlanjutan program setelah kegiatan berakhir.
Selain melaksanakan program ketahanan pangan, Satgas TMMD Ke-129 terus menyelesaikan berbagai sasaran fisik di wilayah pelaksanaan. Pembangunan infrastruktur tetap berjalan seiring dengan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa TMMD mengintegrasikan pembangunan fisik dan nonfisik dalam satu program terpadu. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menikmati hasil pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperoleh peningkatan kapasitas untuk mengembangkan potensi daerah.
Dansatgas menegaskan keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak. Oleh sebab itu, TNI terus membangun kerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat agar setiap kegiatan memberikan manfaat jangka panjang.
“Melalui kebersamaan ini, kami berharap masyarakat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui sektor pertanian,” ujarnya.
Satgas TMMD optimistis program ketahanan pangan yang berjalan di Desa Foli akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Pemanfaatan lahan secara produktif diharapkan meningkatkan hasil pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Wasile Tengah.