JAKARTA TIMUR – Pelayanan publik di Kepolisian Sektor (Polsek) Duren Sawit, Jakarta Timur, mendapat keluhan dari sejumlah warga yang menilai proses penanganan laporan berjalan lambat.
Keluhan tersebut muncul dalam proses pengurusan laporan terkait insiden penjambretan yang dialami seorang warga bernama Lia. Warga menilai proses pelayanan membutuhkan waktu cukup lama dan belum memberikan respons yang diharapkan masyarakat.
Berdasarkan keterangan warga yang menghubungi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) maupun unit pelayanan lainnya, proses penyampaian aduan dinilai memakan waktu lebih lama dari yang mereka harapkan.
Peristiwa penjambretan bermula ketika Lia menunggu busway di pinggir jalan. Saat itu, dua pemuda yang mengendarai sepeda motor diduga merampas barang milik korban.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kemudian membantu korban dan berupaya menyelamatkan barang yang dirampas. Dalam kejadian tersebut, satu orang diduga berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Sementara satu orang lainnya berusaha melarikan diri dengan melompat ke Kali BKT Duren Sawit, di sekitar Jalan Kelurahan 4 Nomor 49, RT 12/RW 11, Jakarta Timur.
Salah satu warga Duren Sawit meminta kepolisian mengevaluasi proses pelayanan masyarakat, khususnya dalam menangani laporan dan pengaduan warga.
“Kami berharap ada evaluasi dan pembenahan menyeluruh terhadap manajemen pelayanan di Polsek Duren Sawit. Sebagai garda terdepan dalam melayani masyarakat, kecepatan dan keramahan petugas sangat krusial agar kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian tetap terjaga,” ujar warga tersebut.
Warga juga berharap Polres Metro Jakarta Timur dan Polda Metro Jaya memberikan perhatian terhadap keluhan pelayanan tersebut.
Masyarakat mendorong peningkatan pengawasan internal, penguatan personel pelayanan, serta pembenahan sistem antrean dan pelayanan berbasis digital.
Langkah tersebut dinilai penting agar pelayanan kepolisian di tingkat sektor dapat berlangsung lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.
Relinawati