BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto berencana mulai berkantor di lingkungan Rukun Warga (RW) pada Januari 2027.
Langkah tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi di tingkat lingkungan sekaligus mendengar kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Rencana itu disampaikan Tri saat menghadiri Forum Dialog Implementasi Nilai-Nilai Kebangsaan Indonesia di RW 24, Kemang Pratama, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Sabtu (19/9/2026).
Tri mengatakan, pemerintah perlu turun langsung ke lingkungan agar program yang dibuat benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Mulai Januari tahun depan, saya berencana berkantor di RW-RW. Saya ingin melihat, mendengar dan mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujar Tri.
Menurutnya, persoalan yang dihadapi setiap wilayah tidak selalu sama. Karena itu, pembangunan harus disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan nyata masyarakat di masing-masing lingkungan.
“Jangan sampai pemerintah membuat program tetapi ternyata tidak menjawab persoalan yang dihadapi warga,” katanya.
Tri menilai, pendekatan langsung ke tingkat RW juga diperlukan untuk memastikan pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.
Persoalan yang ditemukan di lingkungan masyarakat bisa beragam, mulai dari kebutuhan infrastruktur hingga pemberdayaan masyarakat.
Berkaitan dengan Program Lingkar Keren
Rencana berkantor di lingkungan RW tersebut juga berkaitan dengan pelaksanaan Program Lingkungan Masyarakat Kota Bekasi Keren atau Lingkar Keren.
Program ini diarahkan untuk mempercepat pembangunan dan penataan lingkungan dengan melibatkan masyarakat secara langsung.
Dalam program tersebut, setiap RW mendapatkan dana hibah sebesar Rp100 juta per tahun untuk mendukung kebutuhan pembangunan di lingkungannya.
Tri mengatakan kebutuhan setiap RW perlu dipetakan terlebih dahulu agar anggaran yang tersedia dapat digunakan untuk menjawab persoalan yang benar-benar menjadi prioritas warga.
Dengan turun langsung ke lingkungan, pemerintah juga dapat melihat kondisi pembangunan sekaligus mendengar aspirasi masyarakat tanpa hanya mengandalkan laporan dari tingkat pemerintahan.
Dorong Keterlibatan Warga
Selain pembangunan fisik, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program di tingkat lingkungan.
Pemerintah berharap masyarakat bersama pengurus RW dapat menentukan kebutuhan yang menjadi prioritas sekaligus ikut menjaga hasil pembangunan yang telah dilakukan.
Tri menekankan pembangunan Kota Bekasi harus berangkat dari kebutuhan masyarakat di lapangan.
Melalui rencana berkantor di RW mulai Januari 2027, ia ingin komunikasi antara pemerintah dan warga berlangsung lebih dekat.
Dengan begitu, berbagai persoalan yang muncul di lingkungan dapat diketahui secara langsung dan menjadi bahan dalam menentukan program pembangunan berikutnya.