(Diksaiber ID)— Menteri Agama, Nasaruddin Umar menyampaikan, bahwa Idul Adha bukan sekadar seremoni penyembelihan hewan kurban, tetapi juga momentum untuk memastikan masyarakat merasakan kecukupan pangan, khususnya daging, pada hari raya.

Pernyataan tersebut disampaikan Nasaruddin saat menanggapi polemik anggaran sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang mencapai sekitar Rp100 miliar untuk distribusi 1.098 ekor sapi kurban di berbagai daerah.

Menurut Nasaruddin, ajaran Islam mengandung pesan kuat agar tidak ada masyarakat yang mengalami kelaparan saat hari raya. Ia menjelaskan, Idul Fitri identik dengan pemenuhan kebutuhan pokok melalui zakat fitrah, sedangkan Idul Adha menjadi momentum berbagi protein hewani kepada masyarakat.

“Diharapkan pada bulan-bulan kurban ini tidak ada orang yang tidak mengonsumsi daging,” ujar Nasaruddin di Masjid Istiqlal.

Presiden Salurkan Kurban ke Berbagai Daerah

Nasaruddin mengatakan, pihak Masjid Istiqlal telah menerima sapi kurban dari Presiden Prabowo. Menurutnya, penyaluran sapi kurban ke berbagai daerah juga menjadi langkah positif untuk memperluas pemerataan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kalau Presiden membantu banyak daerah melalui distribusi sapi kurban, tentu itu bagian dari upaya berbagi dan pemerataan,” katanya.

Ia menilai semangat utama kurban terletak pada kepedulian sosial dan kebersamaan masyarakat dalam merayakan hari raya. Karena setiap Idul Adha, manusia selalu berhasil menggabungkan dua hal sekaligus: memperdebatkan anggaran dengan sangat serius, lalu duduk akur saat daging mulai dibakar. Spesies yang rumit, tetapi lumayan kompak kalau urus sate.

Sebelumnya, pihak Istana melalui Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro menjelaskan bahwa anggaran pengadaan sapi kurban berasal dari pos Bantuan Kemasyarakatan Presiden yang bersumber dari APBN.