Jakarta Timur -Pulogadung berhasil membongkar komplotan begal sadis yang kerap meneror wilayah perbatasan Jakarta Timur dan Bekasi.
Tiga orang pelaku berhasil diciduk di wilayah Babelan, Bekasi, setelah aksi terakhir mereka memakan korban luka parah akibat sabetan senjata Kamis (24/09/2026).
Kapolsek Pulogadung Kompol Gomos Simamora, menyatakan bahwa kelompok yang berjumlah empat orang ini merupakan spesialis pemburu korban di jam-jam rawan, khususnya antara pukul 00.00 WIB hingga 03.30 WIB. Sebelum beraksi, mereka biasanya mematangkan rencana dengan berkumpul di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT) Bekasi.
Empat orang pelaku dengan dua kendaraan bermotor.
Sebelum melakukan aksinya, mereka berkumpul terlebih dahulu di suatu tempat di daerah BKT Bekasi, perbatasan dengan Jakarta Timur,” kata Gomos. Setelah berkumpul, mereka menyisir jalanan untuk mencari korban secara acak.
Kekejaman komplotan ini terbukti saat mereka menyergap seorang korban bernama Nahrowi. Karena melakukan perlawanan, pelaku tanpa ampun membacok korban menggunakan celurit hingga mengalami luka robek serius di bahu kiri, bahu kanan, dan lengan yang membutuhkan belasan jahitan.
Namun, pada aksi lainnya, korban kedua berhasil selamat tanpa luka karena memilih patuh dan menyerahkan kendaraannya tanpa perlawanan.
Para pelaku mengaku telah melakukan empat kali aksi pencurian dengan kekerasan. Dua di wilayah Bekasi dan dua di wilayah Pulogadung,” tambah Gomos.
Dari tangan para pelaku, polisi menyita barang bukti berupa dua bilah celurit, pakaian pelaku, serta dua unit sepeda motor yang digunakan untuk mengincar korban. Sementara itu, motor milik korban yang dibawa kabur oleh satu pelaku lainnya masih dicari seiring dengan penetapan status DPO terhadap pelaku yang buron tersebut.
Para tersangka kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi. Mereka dijerat Pasal 479 dan Pasal 307 dengan ancaman hukuman hingga tujuh tahun penjara, sementara pengejaran terhadap satu pelaku DPO masih terus digencarkan oleh pihak kepolisian.