BEKASI — Memasuki tiga bulan masa kepemimpinannya, Lurah Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Mohamad Adhie, menegaskan fokus kerja pada konsolidasi kewilayahan, penguatan sosial kemasyarakatan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Adhie menyampaikan, komunikasi intensif dengan RT, RW, LPM, dan forum kemasyarakatan terus diperkuat guna menjaga stabilitas wilayah dan sinergi lintas elemen masyarakat.

Dari sisi administrasi, delapan RW di Jatimurni telah melalui proses evaluasi dan dinyatakan kondusif. Hanya satu RW yang masih melengkapi administrasi bersifat ringan.

Selain penataan wilayah, Kelurahan Jatimurni juga mendorong pelestarian budaya lokal melalui penguatan tradisi Ucap Syukur (Babaritan) serta menindaklanjuti usulan pembentukan Kampung Pancasila sebagai penguatan nilai kebangsaan di tingkat lingkungan.

Seluruh program, lanjut Adhie, diselaraskan dengan arahan Wali Kota Bekasi, termasuk penataan lingkungan dan optimalisasi pelayanan publik pascarehabilitasi gedung kelurahan.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kelurahan Jatimurni menargetkan pelayanan yang lebih efektif serta penguatan identitas sosial masyarakat Jatimurni.